Beda Satu Huruf, Siswa SMA Nyaris Terkendala Administrasi: Orang Tua Diingatkan Teliti Cek Dokumen Kependudukan

Beda Satu Huruf, Siswa SMA Nyaris Terkendala Administrasi: Orang Tua Diingatkan Teliti Cek Dokumen Kependudukan
Muhammad Sahril (43), warga kelahiran Jakarta yang mengalami perbedaan huruf. ( foto ; Ist)

Depok – Spektroom :Perbedaan satu huruf pada penulisan nama dalam dokumen kependudukan ternyata dapat memicu persoalan administrasi yang serius. Pengalaman tersebut dialami Muhammad Sahril (43), warga kelahiran Jakarta, saat mengurus administrasi pendidikan putri sulungnya yang baru diterima di SMA Negeri 13 Depok.

Persoalan muncul ketika pihak sekolah melakukan verifikasi data. Pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), nama ayah tercatat Muhammad Sahril dengan penulisan "Muhammad" menggunakan dua huruf m. Namun, dalam akta kelahiran putrinya, Rafika Aryani (15), nama ayah tertulis Mohamad Sahril dengan satu huruf m.

Perbedaan tersebut menjadi perhatian dalam proses administrasi meski tidak menghambat Rafika mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah tetap menerima siswi tersebut, namun meminta keluarga segera menyelaraskan seluruh dokumen agar identitas sesuai.

"Baru saat masuk SMA diketahui ada perbedaan penulisan nama saya. Di KTP dan KK menggunakan 'Muhammad' dengan huruf mm, sedangkan di akta anak pertama hanya satu huruf m," ujar Muhammad Sahril.

Ia mengaku tidak pernah menyadari adanya perbedaan tersebut selama hampir 15 tahun berkeluarga. Bahkan, saat putrinya menempuh pendidikan di tingkat SD hingga SMP, tidak pernah muncul kendala administrasi terkait identitas.

Muhammad Sahril menjelaskan, kesalahan penulisan hanya terjadi pada dokumen anak pertamanya. Sementara dokumen administrasi dua anak lainnya telah menggunakan penulisan nama yang sama dengan identitas resmi di KTP, KK, dan dokumen keluarga lainnya.

Saat ini, ia tengah mengurus pembetulan data pada buku nikah dan dokumen terkait agar seluruh identitas keluarga seragam sesuai ketentuan administrasi kependudukan. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

"Jangan anggap remeh perbedaan satu huruf. Begitu dibutuhkan untuk keperluan administrasi, proses perbaikannya cukup panjang," katanya.

Muhammad Sahril berharap pengalamannya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih teliti saat menerima dokumen resmi, mulai dari buku nikah, akta kelahiran, KTP hingga Kartu Keluarga. Kesalahan sekecil apa pun sebaiknya segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kendala pada masa mendatang.

Sementara itu, pihak KUA Sukmajaya juga mengingatkan Muhammad Sahril agar segera menyelesaikan perubahan data nama sebagai dasar penyesuaian administrasi yang dibutuhkan sekolah.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ketelitian dalam administrasi kependudukan tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen, tetapi juga berpengaruh terhadap akses pelayanan publik, termasuk pendidikan. Perbedaan satu huruf yang selama bertahun-tahun tidak disadari dapat menjadi hambatan ketika dilakukan verifikasi data pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Melalui pengalamannya, Muhammad Sahril mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh identitas dalam dokumen resmi—mulai dari nama, tanggal lahir hingga data keluarga—benar dan seragam sejak awal, sehingga tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.(wis).

Berita terkait

Wabup Sleman Dorong Keberlanjutan Pengentasan Kemiskinan Lewat Beasiswa Sleman Pintar

Wabup Sleman Dorong Keberlanjutan Pengentasan Kemiskinan Lewat Beasiswa Sleman Pintar

Sleman – Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana (Pratu Kemis Sarjana) yang diwujudkan melalui Beasiswa Sleman Pintar. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat membuka Sosialisasi Beasiswa Sleman

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Bidik Ekosistem Kejahatan Digital, Pemerintah Berantas Judol Sampai Keakarnya

Bidik Ekosistem Kejahatan Digital, Pemerintah Berantas Judol Sampai Keakarnya

Jakarta-Spektroom : Pemerintah mengubah strategi pemberantasan judi online dengan tidak lagi berfokus pada pemblokiran situs semata, tetapi membidik seluruh ekosistem kejahatan digital yang menopang operasinya. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judi online kini memasuki pendekatan baru yang menyasar seluruh ekosistem kejahatan, mulai dari situs, aliran dana, hingga jaringan

Diah Utami, Rafles