Bedah buku "Analisis Teori-Teori Sosiologi" Warnai Kegiatan Akademik Mahasiswa Pendidikan Universitas Megarezky Makassar

Reporter: M. Yahya Patta

Bedah buku "Analisis Teori-Teori Sosiologi" Warnai Kegiatan Akademik Mahasiswa Pendidikan Universitas Megarezky Makassar

Spektroom - Persatuan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi PMPS Universitas Megarezky Unimerz Makassar, sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku dengan judul “Analisis Teori-Teori Sosiologi” karya Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si. Kegiatan ilmiah ini berlangsung di DAPOER SAORAJA CAFE, Antang, Kota Makassar, 31 Oktober 2025,  dihadiri dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Megarezky Unimerz Makassar.

Acara ini menghadirkan dua pembedah utama, yakni Dr. Hasruddin Nur, S.Pd., M.Pd., Dosen Program Doktor S3 Sosiologi Universitas Negeri Makassar UNM Makassar dan Sriwahyuni, S.Pd., M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Megarezky Unimerz. Kegiatan dipandu oleh Hasanudin Kasim, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Sosiologi Universitas Megarezky, yang bertindak sebagai moderator.

Dalam sambutan Wakil Rektor III Universitas Megarezky menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PMPS atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan ilmiah ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata dari semangat akademik mahasiswa yang ingin memperdalam wawasan ilmiah dan memperkaya literasi sosiologis di lingkungan kampus.

“Bedah buku ini menjadi wadah penting untuk mengembangkan budaya literasi akademik, sekaligus memperkuat karakter ilmiah mahasiswa yang kritis dan analitis terhadap realitas sosial,” ujar Wakil Rektor III

Sesi bedah buku berlangsung interaktif. Dr. Hasruddin Nur dalam paparannya menyoroti kedalaman analisis penulis dalam menguraikan teori-teori klasik, modern hingga kritis, serta relevansinya terhadap dinamika masyarakat kontemporer. Dr. Hasruddin Nur menekankan perlunya penambahan kajian teori-teori sosiologi yang kekinian yang perlu juga dimasukkan dalam buku ini, dan pentingnya memahami teori sebagai dasar analisis dalam penelitian sosial.

“Buku ini tidak hanya memuat konsep-konsep sosiologi secara teoritis, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi mahasiswa untuk mengaitkan teori dengan realitas sosial di sekitar mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Sriwahyuni, S.Pd., M.Pd. menambahkan bahwa buku karya Dr. Abdul Malik Iskandar ini layak menjadi rujukan utama bagi mahasiswa pendidikan sosiologi karena memuat penjelasan sistematis dan kontekstual terhadap teori-teori sosiologi dari para pemikir dunia.

“Bahasa yang digunakan penulis mudah dipahami, namun tetap menjaga kedalaman ilmiah. Ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang sedang mempelajari teori-teori sosial,” jelasnya.

Ketua Panitia Winarni Cendekia, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Melalui kegiatan bedah buku ini, kami berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk membaca, menulis, dan berpikir kritis dalam memahami fenomena sosial di masyarakat,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PMPS Universitas Megarezky kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya akademik dan memperkuat tradisi ilmiah di kalangan mahasiswa, khususnya dalam bidang Ilmu Sosiologi.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс