Trending

Begonia hattae dari Sumatra Barat Abadikan Nama Mohammad Hatta

Begonia hattae dari Sumatra Barat Abadikan Nama Mohammad Hatta
Begonia hattae. Nama hattae dipilih sebagai penghormatan kepada Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia yang berasal dari Sumatra Barat.

Cibinong - Spektroom : Kekayaan flora Indonesia kembali bertambah. Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mendeskripsikan 1 spesies baru Begonia dari Sumatra Barat yang diberi nama Begonia hattae. Selain menemukan spesies baru, penelitian juga berhasil menemukan kembali 3 spesies Begonia yang sebelumnya lama tidak dijumpai di habitat alaminya, serta mencatat perluasan wilayah sebaran 1 spesies lainnya.

Peneilitian dilakukan oleh Muhammad Efendi dan Intani Quarta Lailaty dari Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Wisnu Handoyo Ardi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Yudi Suhendri dari Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN. Kegiatan diawali dengan eksplorasi lapangan pada 2022–2023 di sejumlah wilayah di Sumatra Barat, meliputi Padang, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Pasaman Barat.

Selama survei, tim mengumpulkan biji, spesimen herbarium, dan koleksi hidup yang selanjutnya dibudidayakan di Kebun Raya Cibodas. Koleksi itu kemudian diamati secara intensif untuk mengkaji karakter morfologi, termasuk bunga dan buah, sehingga dapat memastikan identitas serta status taksonomi setiap spesies yang ditemukan.

Hasil eksplorasi, tim berhasil mendeskripsikan Begonia hattae sebagai spesies baru yang ditemukan di kawasan Perbukitan Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian juga mengonfirmasi keberadaan kembali Begonia halabanensis, Begonia goegoensis, dan Begonia longipedunculata di habitat alaminya. Selain itu, tim mencatat keberadaan Begonia lilliputana di Sumatra Barat, memperluas wilayah persebarannya yang sebelumnya hanya diketahui berasal dari Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Muhammad Efendi menjelaskan penemuan spesies baru ini menunjukkan masih besarnya potensi eksplorasi flora Indonesia, khususnya di kawasan Sumatra yang dikenal sebagai salah 1 pusat keanekaragaman Begonia dunia.

“Eksplorasi botani yang dilakukan secara intensif masih membuka peluang ditemukannya jenis-jenis tumbuhan yang belum pernah dideskripsikan. Penemuan Begonia hattae menunjukkan kawasan Sumatra Barat masih menyimpan kekayaan flora yang sangat penting untuk didokumentasikan dan dilestarikan,” jelas Efendi kepada Spektroom, (28/07/2026).

Secara morfologi, Begonia hattae memiliki kemiripan dengan Begonia raoensis. Namun dapat dibedakan melalui jumlah tepal pada bunga jantan dan betina, bentuk daun, tidak adanya rambut membentuk cincin pada ujung tangkai daun, serta jumlah benang sari yang lebih sedikit. Karakter-karakter itu menjadi dasar penetapan Begonia hattae sebagai spesies yang berbeda.

Nama hattae dipilih sebagai penghormatan kepada Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia yang berasal dari Sumatra Barat. Penamaan menjadi bentuk apresiasi atas jasa beliau sekaligus mengangkat identitas daerah asal ditemukannya spesies baru.

Lokasi ditemukannya Begonia hattae bersama beberapa spesies Begonia endemik lainnya berada pada ekosistem hutan batu kapur di kawasan Halaban yang saat ini menghadapi tekanan akibat aktivitas pertambangan.

Penelitian ini memperlihatkan kawasan Sumatra Barat masih memiliki potensi besar untuk menghasilkan temuan-temuan baru di bidang biodiversitas tumbuhan. BRIN terus mendorong kegiatan eksplorasi, inventarisasi, dan penelitian biosistematika sebagai bagian dari upaya mendukung konservasi serta pemanfaatan berkelanjutan kekayaan hayati Indonesia.

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP