Trending

Bela Negara Bukan Sekadar Tugas TNI, Dandim 1016/Plk Ajak Pemuda Perkuat Karakter dan Persatuan

Bela Negara Bukan Sekadar Tugas TNI, Dandim 1016/Plk Ajak Pemuda Perkuat Karakter dan Persatuan
Komandan Kodim 1016/Palangka Raya, Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E., M.Han., saat menyampaikan materi pada Diklat Pratama dan Konsolidasi PK AMPI se-Kota Palangka Raya, Minggu (25/10/2026). (Foto: Bidhumas Kodim Plk).

Palangka Raya-Spektroom : Menjaga Indonesia tidak selalu harus berada di garis depan pertahanan. Bagi generasi muda, bela negara dapat dimulai dari hal sederhana: menaati aturan, menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Pesan itulah yang ditekankan Komandan Kodim 1016/Palangka Raya, Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E., M.Han., saat menjadi narasumber Diklat Pratama dan Konsolidasi PK AMPI se-Kota Palangka Raya Tahun 2026, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hapakat Jaya, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, tersebut mengangkat tema “Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Membangun Karakter Pemuda yang Disiplin, Tangguh dan Berintegritas”.

Di hadapan para peserta, Dandim menegaskan bahwa bela negara bukan semata-mata urusan aparat pertahanan dan keamanan. Setiap warga negara, termasuk pemuda, memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa melalui peran dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, tetapi juga merupakan kewajiban seluruh warga negara, termasuk kalangan pemuda," ucapnya.

Menurutnya, pemahaman wawasan kebangsaan penting agar generasi muda memiliki pegangan dalam menghadapi perubahan zaman sekaligus tidak kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Ada tiga hal mendasar yang perlu dipahami dalam bela negara, yakni menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi keselamatan bangsa.

"Ketiga hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menciptakan keamanan dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Karakter kuat dimulai dari tindakan nyata

Bagi Dandim, semangat kebangsaan tidak cukup berhenti pada pemahaman atau slogan. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan melalui perilaku yang mencerminkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama.

Ketaatan terhadap aturan, kemampuan menerima perbedaan, serta kepedulian terhadap masyarakat merupakan bentuk sederhana bela negara yang dapat dilakukan siapa saja, termasuk pemuda di lingkungan tempat tinggal maupun organisasi.

"Semangat bela negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya dengan mentaati aturan, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman. Nilai-nilai luhur Indonesia perlu terus dirawat agar kemajuan tidak membuat generasi muda tercerabut dari akar kebangsaannya.

Melalui Diklat Pratama dan Konsolidasi PK AMPI tersebut, para pemuda diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman tentang wawasan kebangsaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam sikap dan tindakan.

Pemuda yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan berintegritas diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta berkontribusi bagi pembangunan Kota Palangka Raya dan Indonesia.

Sebab, kekuatan bangsa bukan hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan wilayah, tetapi juga oleh karakter warganya dalam menjaga persatuan dan menjalankan tanggung jawab bersama. (Polin-Susanto)

Berita terkait

Festival Legu Taranoate Berakhir, Gubernur Malut Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Festival Legu Taranoate Berakhir, Gubernur Malut Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Ternate-Spektroom : Festival Legu Taranoate Kesultanan Ternate tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap festival tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan durasi lebih panjang agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan. Festival yang menghadirkan beragam atraksi seni dan

Samin Hamudu, Bian Pamungkas