Belajar dari KCIC, KAI Daop 6 Cari Cara Baru Perkuat Keselamatan Kereta

Belajar dari KCIC, KAI Daop 6 Cari Cara Baru Perkuat Keselamatan Kereta
Sejumlah karyawan KAI Daop 6Yogyakarta melaksanakan kegiatan Benchmark Safety Experience ke PT Kereta Cepat Indonesia China,Kamis(27/8/2026).Foto: Humas Daop 6 Yogyakarta

Yogyakarta-Spektroom : Keselamatan perjalanan kereta api tidak cukup hanya mengandalkan prosedur yang sudah berjalan. Evaluasi dan pertukaran pengalaman antar pengelola transportasi menjadi bagian penting untuk menemukan cara baru dalam mengantisipasi risiko di lapangan.

Hal itu dilakukan KAI Daop 6 Yogyakarta dengan mengirim 20 anggota tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) melakukan Benchmark Safety Experience ke PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kamis (27/8/2026).

Tim yang terdiri atas sejumlah fungsi, antara lain Quality Control, kesehatan, sarana, jalan rel dan jembatan, humas, operasional serta kepala stasiun, tidak sekadar melakukan kunjungan. Mereka melihat langsung bagaimana sistem keselamatan diterapkan dalam operasional kereta cepat, termasuk di Depo Whoosh Tegal Luar.

Perjalanan menuju lokasi juga dilakukan dengan menggunakan layanan Whoosh. Di depo, tim K3L Daop 6 mendapatkan penjelasan dari General Manager EMU Maintenance KCIC Heri Yuliansyah mengenai penerapan K3L, pengelolaan risiko, kesiapsiagaan kondisi darurat hingga fasilitas penunjang keselamatan.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, Jumat (28/8/2026), mengatakan pengalaman tersebut penting untuk membuka perspektif baru dalam pengelolaan keselamatan perkeretaapian.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana prosedur keselamatan, kesiapsiagaan, dan fasilitas pendukung operasional diterapkan oleh KCIC, khususnya di Depo Whoosh untuk mendapatkan perspektif baru yang potensial dapat diimplementasikan atau diadopsi nantinya,” ujar Feni.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan karakteristik operasional kereta yang semakin dinamis membuat budaya keselamatan juga perlu terus dievaluasi.

Namun, Feni menegaskan tidak semua praktik yang ditemukan di KCIC akan langsung diterapkan di lingkungan KAI. Setiap pengalaman akan dikaji terlebih dahulu dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik operasional KAI Daop 6 Yogyakarta.

“Kami berharap berbagai hal positif yang kami dapatkan dari kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran bagi KAI Daop 6 Yogyakarta. Tentunya setiap praktik akan kami pelajari dan sesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik operasional KAI,” katanya.

Selain menjadi sarana belajar, kegiatan tersebut juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan best practice antar operator perkereta apian.

Bagi KAI Daop 6, penguatan keselamatan bukan hanya persoalan memenuhi standar dan prosedur. Lebih jauh, keselamatan diharapkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam setiap aktivitas kerja, sehingga potensi risiko dapat dikenali dan ditangani sejak awal.

Dengan pendekatan tersebut, evaluasi dan pembelajaran lintas operator diharapkan dapat memperkuat sistem keselamatan sekaligus mendukung operasional kereta api yang aman, nyaman dan andal bagi masyarakat.

Berita terkait

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Jakarta - Spektroom: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Hal itu disampaikan Yandri Susanto pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan

Anggoro AP
Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Ambon-Spektroom : Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di sektor energi terbarukan memasuki babak baru. Setelah berjalan sekitar lima tahun dan sempat terganggu pandemi Covid-19, kedua negara kini menyiapkan fase kedua program untuk memperluas akses listrik, memperkuat sumber daya manusia, sekaligus mendorong masyarakat Maluku menjadi pelaku utama pengembangan energi bersih. Komitmen

Eva Moenandar, Julianto