Berlangsung Selama 3 Hari, Forum Konsolidasi dan Penguatan Komitmen Tim GENTING Ditutup

Berlangsung Selama 3 Hari, Forum Konsolidasi dan Penguatan Komitmen Tim GENTING Ditutup
Sukaryo Teguh Santoso - Deputi V Bidang pergerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga (Foto Capture YouTube Kemendukbangga)

Spektroom - Penyelarasan Pemahaman dan Penguatan Komitmen Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang telah berlangsung 3 hari (26-28/8/2025), Sore ini ditutup Deputi V Bidang pergerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Soekaryo Teguh Santoso.

Dalam sambutan penutupannya, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Kemendukbangga  mentargetkan satu juta keluarga resiko stunting mendapatkan orang tua asuh dari masyarakat,  baik secara individu maupun kolektif.

"Kita Carikan dalam bentuk orang tua asuh bagi mereka,  dalam upaya mewujudkan anak-anak Indonesia menjadi anak yang cerdas dan kreatif." terang Teguh Santoso, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, Kemendukbangga sudah memiliki data by name by address satu juta keluarga beresiko stunting, karena keluarga beresiko stunting sifatnya hanya sementara, maka data tersebut harus dilakukan validasi kelapangan.

"Kita tahu bahwa keluarga beresiko stunting belum tentu akan terkena stunting, dan sudah berubah status atau tidak, maka perlu divalidasi, karena bisa jadi nanti bentuk intervensinya akan berubah tidak hanya kepada ibu hamil tapi kepada ibu yang sedang menyusui." rincinya.

audio-thumbnail
Voice Deputi Lima
0:00
/83.173875

Pada bagian lain dirinya juga menyampaikan bahwa dalam gerakan orang tua asuh cegah stunting ini adalah murni gerakan solidaritas.  Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya tidak mendapatkan alokasi dana, baik dari APBN,  APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten/ Kota.

Karena itulah Genting ini memang hanya mengandalksn kepedulian dari berbagai pihak baik individu maupun kolektivitas, seperti perusahaan swasta maupun BUMN dan BUMD terutama dari Corporete Social Responsibility (CSR), sehingga tidak ada ikatan apapun di dalam intervensi penanganan stunting.

"Karena tidak ada ikatan apapun sehingga, bagi daerah yang tidak memenuhi target tidak ada sanksi,  namun demikian, tidak berarti yang sudah mencapai target tetap akan diberikan apresiasi." tutup Teguh Santoso.(@Ng).

Berita terkait

Memperkuat Sinergitas, Pemko Tanjungpinang Berikan Dukungan Dalam Bentuk Pinjam Pakai Asset Kepada Kemenkum

Memperkuat Sinergitas, Pemko Tanjungpinang Berikan Dukungan Dalam Bentuk Pinjam Pakai Asset Kepada Kemenkum

Tanjungpinang-Spektroom : Pinjam pakai asset Pemerintah Kota (Pemko) adalah menyerahkan bentuk bangunan Barang Milik Daerah (BMD) untuk jangka waktu tertentu tanpa imbalan. Pemko Tanjungpinang secara resmi meminjamkan asset Daerah berupa gedung dan tanah di Jalan Raja Haji Fisabilillah kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) untuk Wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Tujuannya

Desmawati, Rafles
Bupati Sadewo Tegaskan Akses Pendidikan Inklusif di Peringatan Hardiknas Banyumas

Bupati Sadewo Tegaskan Akses Pendidikan Inklusif di Peringatan Hardiknas Banyumas

Banyumas-Spektroom: Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Banyumas menjadi momentum penguatan komitmen menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Upacara digelar di Halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (2/5/2026), dipimpin Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, jajaran

Bian Pamungkas
Wakil Gubernur Kepri : Peran APVA Sangat Vital dalam Mendukung Stabilitas Sistim Keuangan, Khususnya di Daerah Perbatasan

Wakil Gubernur Kepri : Peran APVA Sangat Vital dalam Mendukung Stabilitas Sistim Keuangan, Khususnya di Daerah Perbatasan

Batam-Spektroom : Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) adalah organisasi nirlaba dan wadah bagi para pedagang valutas Asing (Money Changer) di Indonesia. APVA bertujuan menghimpun, menerima dan meningkatkan kerjasama antar anggota serta mutu perdangan mata uang asing. Ketika membuka Musyawarah Nasional (Munas) Afiliasi APVA Indonesia ke 8 tahun 2026 di Batam, Wakil

Desmawati, Rafles