Biaya Visum Mahal Hambat Akses Keadilan Korban Kekerasan

Biaya Visum Mahal Hambat Akses Keadilan Korban Kekerasan
Faisal Nasution, pengemudi taksi online korban kekerasan pemotor di Sawangan, Depok. (Foto Spektroom)

Jakarta-Spektroom : Visum et Repertum (visum) adalah laporan tertulis resmi dari dokter mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap manusia berdasarkan permintaan penyidik kepolisian sebagai alat bukti sah untuk kasus kekerasan. Namun, mahalnya biaya visum menjadi hambatan serius bagi korban kekerasan, terutama dari kalangan ekonomi kurang mampu

Seperti dialami Faisal Nasution, tidak melanjutkan proses hukum alias mencabut laporannya di Polsek Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Pengemudi taksi online yang mengalami aksi kekerasan oleh pemotor di Sawangan, Depok pada Rabu (25/2/2026) lalu menyatakan tidak bisa menggunakan BPJS untuk visum

"Saya tanya ke Rumah sakit biaya visum 850 ribu sama biaya administrasi di Polsek total 1.5 jt an, wah nyerah deh pak, mahal biayanya ga bisa pake BPJS pak " ujarnya kepada Spektroom, di Jakarta, Jumat (27/2/2026) malam

Korban kekerasan itu harus menanggung sendiri biaya, meskipun seharusnya visum menjadi bukti krusial dalam kasus pidana namun menyulitkan korban kurang mampu untuk memperoleh keadilan karena mahalnya biaya visum.

Pengemudi taksi online warga Bogor ini akhirnya berpasrah diri setelah tak mampu untuk mendapatkan keadilan gegara biaya visum mahal.

"Ga apa apa ikhlas saja mumpung bulan ramadhan biarlah Allah yang membalasnya" pungkasnya

Terkait hal itu, Faisal beharap perlu evaluasi mendasar guna memastikan bahwa keadilan bisa diakses oleh semua orang.

Perlindungan terhadap korban kekerasan harus menjadi tanggung jawab bersama, dengan mengedepankan kemudahan akses bagi korban untuk mendapatkan keadilan

Berita terkait

Berbuka Puasa Bersama di Masjid Dapat Menciptakan Kehangatan Sesama Umat Muslim dan Penuh Makna

Berbuka Puasa Bersama di Masjid Dapat Menciptakan Kehangatan Sesama Umat Muslim dan Penuh Makna

Tanjungpinang-Spektroom : Berbuka puasa bersama di Masjid merupakan tradisi sosial dan ibadah Sunnah di bulan Ramadhan. Berkumpulnya ummat muslim untuk membatalkan puasa secara serentak setelah azan berkumandang. Tujuannya adalah meningkatkan silaturahim, meperkuat ukhuwah Islamiyah, berbagi rezeki (sedekah) dan dapat menghidupkan Masjid sebagai pusat kebersamaan. Tardisi berbuka bersama di Masjid Agung Tanjungpinang

Desmawati, Rafles
Pemerintah Tidak Lagi Menyediakan Mudik Gratis, Hanya Ada Stimulus 30 Persen, Bagi Masyarakat yang Mudik Lebaran 2026

Pemerintah Tidak Lagi Menyediakan Mudik Gratis, Hanya Ada Stimulus 30 Persen, Bagi Masyarakat yang Mudik Lebaran 2026

Tanjungpinang-Spektroom : Kepulauan Riau terdiri dari pulau pulau dengan luas lautnya 90 persen, untuk berpergian atau mudik lebaran masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi laut. Mudik lebaran tahun 2026, pemerintah tidak lagi menyediakan mudik gratis, namun di ganti dengan stimulus 30 persen untuk masyarakat kelas ekonomi. Kepada Spektroom, Jum'at (27/

Desmawati, Rafles
Tambang Galian Batuan Ilegal di Desa Sebanen Ditutup, LSM dan Polisi Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

Tambang Galian Batuan Ilegal di Desa Sebanen Ditutup, LSM dan Polisi Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

Jember-Spektroom : Aktivitas tambang galian batuan ilegal di Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, resmi ditutup pada Jumat (27/2/2026). Penutupan dilakukan setelah proses investigasi oleh LSM AMPUH Besuki Raya bersama aparat kepolisian, sebagai langkah tegas menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga. Proses penertiban berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan

Budi Sucahyono, Buang Supeno