Bimas Kristen Kalteng Terima Dua Penghargaan, Bukti Tata Kelola Makin Solid
Spektroom – Komitmen pada tata kelola keuangan yang akuntabel dan tepat waktu kembali membuahkan hasil. Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah menerima dua penghargaan pada Stakeholder Day 2026 yang digelar KPPN Palangka Raya, Rabu (11/2/2026).
Pada ajang tersebut, Bimas Kristen menempati Peringkat III Kategori Penyampaian Laporan Keuangan (LK) Tercepat dan Lengkap serta Peringkat II Kategori Penerbitan Surat Hasil Reviu (SHR) Tercepat dan Tepat. Dua capaian ini menegaskan konsistensi dalam pengelolaan anggaran negara secara profesional.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Palangka Raya, Indra Jurnia Dewanti, kepada Mimi, Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Kalteng. Indra J Dewanti menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen bersama membangun Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“KPPN Palangka Raya berkomitmen menegakkan integritas serta memberikan layanan berkualitas tanpa biaya (Rp0) dengan mengedepankan prinsip CERDAS, yakni Cermat, Efektif, Responsif, Daya Guna, Akuntabel, dan Santun,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, H. Muhammad Yusi Abdhian. Ia menilai capaian ini menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi berjalan konkret, bukan sekadar slogan.
“Penghargaan ini bukti bahwa jajaran Kanwil Kemenag Kalteng terus meningkatkan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan tepat waktu. Ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas,” ungkapnya.
Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi pemacu semangat bagi seluruh satuan kerja. Integritas dalam pengelolaan anggaran bukan hanya tuntutan administrasi, tetapi bentuk tanggung jawab moral dalam mengelola amanah negara.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi wujud tanggung jawab kita mengelola anggaran secara profesional dan penuh integritas,” tegasnya.
Capaian ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang bersih lahir dari disiplin, komitmen, dan kerja tim yang konsisten. Ketika integritas dijaga, kepercayaan publik tumbuh.
Kiranya setiap langkah pengabdian senantiasa dilandasi kejujuran dan ketulusan, sebab dalam setiap amanah yang dikelola, ada tanggung jawab bukan hanya kepada negara, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Polin - Maturidi)