Bimas Kristen Kemenag Ternate Gelar Penyuluhan Keagamaan di LPKA, Libatkan Mahasiswa Psikologi UMMU
Spektroom – Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Ternate melaksanakan penyuluhan keagamaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ternate dengan melibatkan mahasiswa dan anak binaan, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan tiga mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate sebagai bagian dari kolaborasi pembinaan karakter dan pengamatan perkembangan psikologis anak binaan selama mengikuti program penyuluhan.
Penyuluhan keagamaan ini mengusung tema “Karakter Orang Muda yang Hidup dalam Kebenaran” dan bertujuan memperkuat pembentukan karakter anak binaan melalui pendekatan keagamaan dan psikologis secara terpadu.
Dalam pelaksanaannya, penyuluh agama, mahasiswa, dan anak-anak binaan berdialog secara terbuka membahas nilai-nilai integritas, disiplin rohani, serta komitmen mutlak kepada Sang Pencipta sebagai fondasi utama dalam membangun karakter orang muda.
Pemateri menjelaskan sejumlah ciri orang muda yang hidup dalam kebenaran, antara lain berani mengambil keputusan tegas dalam situasi sulit dengan tetap menjaga kekudusan hidup, mendisiplinkan diri dan konsisten dalam kehidupan doa, serta menjaga tingkah laku dan bersikap jujur dalam setiap keadaan.
Selain itu, anak binaan juga diajak untuk berani berbeda dengan mengatakan “tidak” terhadap hal yang salah dan “ya” terhadap hal yang benar sebagai bentuk komitmen hidup dalam kebenaran.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman hidup bagi anak-anak binaan agar mampu memperbaiki diri, bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya setelah kembali ke tengah masyarakat.
Penyuluh Agama Kristen, Mus Baikole, menyampaikan bahwa pembinaan karakter merupakan bagian penting dalam proses pemulihan dan penataan masa depan anak binaan.
“Melalui penyuluhan ini, kami ingin menanamkan nilai integritas, disiplin rohani, dan komitmen kepada Tuhan agar anak-anak binaan memiliki pegangan hidup yang benar dan mampu mengambil keputusan yang tepat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, penyuluh Selfi menegaskan bahwa keberanian untuk hidup dalam kebenaran perlu dilatih sejak dini.
“Hidup dalam kebenaran menuntut keberanian untuk bersikap jujur, disiplin, dan konsisten. Harapannya, nilai-nilai ini menjadi bekal bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Kementerian Agama, lembaga pendidikan, dan LPKA dalam mendukung pembinaan mental, spiritual, serta karakter anak binaan di Kota Ternate.