Bimbingan Intensif Jadi Bekal Jamaah Umrah, Habib Idrus: Jangan Mudah Tergiur Janji Manis Travel
Depok-spektroom : Menjelang keberangkatan rombongan umrah pada 15 Juli 2026 mendatang, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang dipimpin Habib Idrus bin Hasan Alkadri menggelar bimbingan ibadah sebagai bekal bagi para calon jamaah Sabtu (04/072026).
Kegiatan ini tidak hanya membahas tata cara pelaksanaan umrah, tetapi juga memberikan pemahaman tentang kesehatan, keselamatan, hingga kewaspadaan dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah.
Habib Idrus menjelaskan, rombongan yang akan diberangkatkan pada 15 Juli berjumlah 47 jamaah.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, seluruh peserta mengikuti dua kali manasik umrah yang dikemas dalam program selama 12 hari.
Sementara untuk ibadah haji, pembinaan dilakukan lebih intensif dengan 13 kali manasik, mengingat rangkaian ibadah haji jauh lebih kompleks dibandingkan umrah.
"Umrah berbeda dengan haji. Jamaah harus memahami setiap rukun dan tata cara pelaksanaannya, mulai dari mengambil miqat, berniat umrah, tawaf, sa'i hingga tahallul.
Karena itu pembekalan menjadi sangat penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan benar," ujarnya.
Selain materi fikih ibadah, para jamaah juga dibekali pengetahuan mengenai kondisi cuaca di Arab Saudi yang saat ini masih cukup panas.
Suhu udara yang dapat mencapai sekitar 44 derajat Celsius menjadi perhatian khusus dalam pembekalan.
Meski demikian, Habib Idrus optimistis para jamaah mampu beradaptasi selama mengikuti arahan pembimbing dan menjaga kondisi kesehatan.
"Insya Allah aman, tidak ada kendala berarti. Yang penting jamaah menjaga kesehatan dan mengikuti arahan selama berada di Makkah maupun Madinah," katanya.
Ia juga menjelaskan, akomodasi yang disiapkan berada di lokasi yang relatif dekat dengan pusat ibadah.
Di Madinah, hotel diupayakan dekat dengan Masjid Nabawi, sedangkan di Makkah jaraknya juga tidak terlalu jauh sehingga memudahkan jamaah menjalankan ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Idrus turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah.
Menurutnya, calon jamaah sebaiknya memastikan legalitas dan rekam jejak penyelenggara agar tidak menjadi korban penipuan.
"Saya berharap siapa pun yang akan berangkat umrah memilih travel yang jelas dan resmi. Jangan mudah terpengaruh oleh janji-janji manis yang justru bisa merugikan jamaah," pesannya.
Menanggapi penyelenggaraan haji tahun ini, Habib Idrus menilai pelaksanaannya semakin baik. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap jamaah, terutama kelompok lanjut usia, terus meningkat sehingga pelayanan menjadi lebih optimal.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Kehadiran pembimbing dari KBIHU dinilai mampu melengkapi pendampingan pemerintah, mengingat satu pembimbing pemerintah harus mendampingi ratusan jamaah.
"Alhamdulillah, KBIHU diterima dengan baik karena dapat membantu membimbing jamaah secara lebih intensif.
Dengan pendampingan yang maksimal, jamaah menjadi lebih tenang dan fokus menjalankan ibadah," tuturnya.
Bagi Habib Idrus, keberhasilan perjalanan ke Tanah Suci tidak hanya ditentukan oleh kesiapan administrasi dan fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan ilmu, kesehatan, serta pendampingan yang baik. (wis).