BKOW DIY Kenalkan AI kepada Organisasi Perempuan untuk Tingkatkan Produktivitas di Era Digital
Yogyakarta-Spektroom: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat mendorong berbagai kalangan untuk beradaptasi dengan era digital, termasuk organisasi perempuan.
Untuk itu, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) DIY menggelar pertemuan tahunan bertema "Pengenalan Artificial Intelligence (AI)" di Aula DPD DIY, Rabu (22/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pakar AI Yogyakarta, Bernard, menjelaskan bahwa kecerdasan buatan kini menjadi salah satu teknologi yang berkembang paling cepat dan telah mengubah berbagai aspek kehidupan, khususnya dunia kerja.
Menurut Bernard, penggunaan AI menjadi kebutuhan di era digital karena mampu membantu individu maupun organisasi meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya melihat AI sebagai peluang, tetapi juga memahami tantangan yang dibawanya.
"Urgensinya terletak pada ancaman dan tantangan yang nyata karena teknologi ini telah mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinovasi secara drastis," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum BKOW DIY Azizah Husein mengatakan pertemuan tahunan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi-organisasi perempuan yang tergabung dalam BKOW DIY untuk meningkatkan literasi digital.
Melalui tema pengenalan AI, BKOW berharap para anggota organisasi perempuan, khususnya kaum ibu, dapat mengenal dan memanfaatkan teknologi tersebut dalam berbagai aktivitas organisasi maupun usaha yang dijalankan.
Azizah menuturkan, kemampuan memanfaatkan AI diharapkan dapat mempermudah penyusunan laporan kegiatan, mempercepat pekerjaan administrasi, hingga membantu meningkatkan daya saing pelaku usaha.
"Dengan AI, anggota organisasi dapat lebih mudah membuat laporan kerja, sekaligus meningkatkan daya beli dan daya jual, misalnya dengan mengiklankan serta menjual produknya melalui teknologi AI," katanya.
Pertemuan tahunan tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari 40 organisasi perempuan di DIY, dengan masing-masing organisasi mengirimkan dua orang perwakilan.
Salah seorang peserta, Ketua Persatuan Wanita Maluku (Perwama) DIY, Novarita, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, tema AI sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan menjadi bekal penting bagi organisasi perempuan untuk mengikuti perkembangan teknologi digital.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam pertemuan tersebut dapat diterapkan oleh para anggota organisasi sehingga semakin siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era transformasi digital.