BMKG Catat Terjadi 1642 Kali Gempa Susulan Kecil hingga Besar dan Aktivitas Mulai Menurun

BMKG Catat Terjadi 1642 Kali Gempa Susulan Kecil hingga Besar dan Aktivitas Mulai Menurun
Sumber:BMKG

Ternate-Spektroom : Pasca Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara termasuk Kota Ternate, sejumlah rumah dan sarana umum mengalami kerusakan. Sampai Rabu (15/4/2026) masih terjadi gempa susulan.

Gempa susulan ini masih sering dirasakan warga masyarakat yang berada di kecamatan Pulau Batang Dua, namun gempa susulan sudah mulai menurun aktivitasnya.

BMKG mencatat sampai dengan Rabu (15/4/2026) pukul 08.00 WIT telah terjadi 1642 kali gempa susulan dan yang dirasakan 32 Kali. Gempa susulan ini sudah mulai menunjukkan penurunan dan dari jumlah gempa susulan tersebut Magnitudo Maksimum 5,8 dan Magnitudo Minimum 1,7

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa, melalui Koordinator Obeservasi Basri Kamaruddin mengatakan, BMKG terus melakukan  pemantauan kejadian gempa bumi yang terjadi dan selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.

"Masyarakat diminta agar tetap tenang dan selalu tingkatkan kewaspadaan serta pastikan memperoleh informasi resmi hanya bersumber dari BMKG maupun BPBD," ujar Basri.

Saat ini juga peluruhan atau penurunan frekuensi dan magnitudo gempa susulan seiring berjalannya waktu setelah gempa utama (mainshock) terjadi.

Gempa susulan ini sesuai analisa BMKG masih sering terjadi karena masih mencari posisi untuk kembali normal dan diprediksi ini akan terjadi dalam kurun waktu tiga minggu pasca gempa utama.

Masyarakat diimbau untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Berita terkait

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang Terapkan Metode PM-AAS, Produktivitas Padi Berpotensi Naik Jadi 10 Ton per Hektare

Rembang-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Rembang mendukung akselerasi Gerakan Tanam Padi Bersama se-Jawa Tengah melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced AgricuSSltural System (PM-AAS). Metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi tanaman sekaligus mendorong produktivitas padi. Penerapan PM-AAS dilakukan di lahan pertanian Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Selasa (15/9/2026). Wakil Bupati Rembang H.

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Menko Polkam Turun ke Kalbar, Kapolda dan Forkopimda Perkuat Strategi Hadapi Karhutla

Pontianak - Spektroom : Pemerintah pusat memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan dan penanggulangan karhutla di

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс