BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Beberapa Perairan di Maluku Utara Masih Terjadi Gelombang Tinggi
Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara mulai tanggal 3 - 6 Juli 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Marina Zahrina Ismah Albaar dalam releasenya, Kamis (2/7/2026) mengatakan, pola angin di Wilayah Indonesia bagian Utara khatulistiwa umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot. Sedangkan Wilayah Indonesia bagian Selatan Khatulistiwa umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, kecepatan angin tertinggi di Samudera Hindia Selatan NTT dan Laut Arafuru.
"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Marina.
Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Barat Laut Morotai, Timur Laut Morotai, Kepulauan Loloda, Halmahera Barat, Timur Kepulauan Halmahera, Ternate, Barat Kayoa, Barat Bacan, Teluk Weda. Selain itu juga Perairan Gebe, Barat Laut Obi, Barat Daya Obi, Timur Laut Obi, Tenggara Obi, Utara Mangoli, Timur Sanana, Barat Sanana dan Perairan Selatan Taliabu.
Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan. Perusahaan Pelayaran juga masyarakat hendaknya selalu memperoleh informasi dari BMKG serta instansi berwenang tentang kondisi cuaca dan tinggi gelombang.