Trending

BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Maluku Utara Masih Terjadi 12 - 18 Januari 2026

BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang di Maluku Utara Masih Terjadi 12 - 18 Januari 2026
Sumber:BMKG

Spektroom - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan dan angin kencang juga gelombang tinggi di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Senin (12/1/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 12 hingga 18 Januari 2026.
Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Fahmi Bachdar mengatakan, kondisi dinamika atmosfir saat ini terpantau adanya belokan serta pertemuan angin yang menyebabkan penumpukan massa udara di sekitar wilayah Maluku Utara. Kondisi tersebut wilayah Maluku Utara Berawan dan hujan ringan.
“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara fluktuatif pada pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari,” ujar Fahmi.
BMKG juga mengingatkan potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang. Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut:
12 - 13 Januari 2026 Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula serta Pulau Taliabu dan sekitarnya.
14 - 15 Januari 2026 Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, diprakirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan dan sekitarnya.
16 - 18 Januari 2026 Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan kembali terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem pengelolaan sumber daya air dalam mengantisipasi peningkatan curah hujan. Selain itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi terkait perlu ditingkatkan guna mendukung kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat juga diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal,” kata Sakimin.
Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp +62812-4112-8229, Email : Stamet.tternate@bmkg.go.id, website : https://cuaca.bmkg.go.id, uacuacu Aplikasi Playstore/Appstore : Info BMKG dan Call Centre 196.

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP