BMKG Stasiun Geofisika Ternate Bantah Informasi Gempa Kekuatan Besar di Maluku Utara
Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate membantah atas beredaranya informasi di media sosial berupa cuplikan narasi yang menginformasikan adanya “Gempa Besar” yang akan terjadi pada tanggal 9 - 15 Mei 2026, dan menyampaikan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar atau HOAKS.
BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa dalam releasenya Kamis (7/5/2026) mengatakan, Fakta Ilmiah Terkait Gempa Bumi, bahwa Secara ilmiah, gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara tepat mengenai waktu kejadian, lokasi, maupun kekuatannya.
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang tersedia hanya mampu mendeteksi gempa setelah terjadi, menentukan parameter gempa seperti magnitudo, kedalaman, dan lokasi episenter, serta menganalisis potensi tsunami apabila memenuhi syarat tertentu.
"Klaim adanya prediksi gempa besar pada tanggal tertentu adalah tidak memiliki dasar ilmiah dan bukan merupakan pernyataan resmi BMKG," ujar Eriksana.
Kepada masyarakat BMKG mengimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi serta meningkatkan literasi terhadap informasi kebencanaan. Setiap informasi resmi terkait gempa bumi, tsunami, dan fenomena geofisika lainnya akan disampaikan melalui kanal resmi BMKG secara cepat, tepat, dan akurat.
Masyarakat juga diminta agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak memiliki dasar ilmiah serta tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tetapi memperoleh Informasi Resmi dari BMKG atau instansi pemerintah terkait yang dapat dipercaya.
Masyarakat diharapkan hanya mengakses kanal komunikasi resmi BMKG, yaitu melalui situs web www.bmkg.go.id, akun media sosial terverifikasi @infoBMKG, maupun akun media sosial Instagra, dan Facebook UPT BMKG daerah seperti @stageof.ternate.bmkg, serta aplikasi mobile Info BMKG. Informasi yang disampaikan melalui kanal tersebut merupakan rujukan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan kelembagaan.