BRIN Identifikasi Subspesies Baru Bisbul Asal Papua

Subspesies Baru Bisbul

BRIN Identifikasi Subspesies Baru Bisbul Asal Papua
Keterangan foto: Fruit shape Diospyros blancoi origin: (a) Philippines, (b) Papua New Guinea, (c) Papua, (d) Papua; Fruit trichome density D. blancoi origin: (e) Philippines, (f) Papua New Guinea, (g) Papua, (h) Papua; Seed shape D. blancoi origin: (i) Philippines, (j) Papua New Guinea, (k) Papua, (l) Papua

Cibinong - Spektroom : Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengungkap keragaman hayati Indonesia melalui identifikasi subspesies baru tanaman bisbul (Diospyros blancoi). Subspesies baru ini diberi nama Diospyros blancoi subsp. papuensis, yang berasal dari Papua.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Irvan Fadli Wanda, bersama tim kolaborator dari berbagai institusi, melakukan studi mengkaji variasi morfologi dan hubungan kekerabatan genetik Diospyros blancoi menggunakan pendekatan fenetik dan filogenetik.

Dalam penelitian ini tim menganalisis sebanyak 93 karakter morfologi, yang terdiri dari 53 karakter vegetatif dan 40 karakter generatif. Hasilnya menunjukkan adanya variasi signifikan pada 32 karakter, terutama pada bagian buah dan biji, yang menjadi kunci dalam membedakan populasi dari Papua dengan populasi dari Filipina.

Irvan menjelaskan perbedaan terlihat jelas pada beberapa ciri utama. “Subspesies dari Papua memiliki jumlah biji lebih banyak, berkisar 5–10 biji per buah, dengan bentuk biji menyerupai irisan (wedge-shaped), serta kepadatan rambut pada permukaan buah yang lebih rendah dibandingkan dengan populasi dari Filipina,” ujar Irvan dalam siaran pers yang diterima Spektroom, Rabu, (22/04/2026).

Selain analisis morfologi, penelitian ini juga menggunakan pendekatan molekuler melalui penanda DNA, yaitu gen matK dan psbA-trnH. Hasil analisis filogenetik menunjukkan populasi dari Papua membentuk kelompok tersendiri yang berbeda secara genetik dari populasi lainnya, sehingga mendukung penetapan sebagai subspesies baru.

Menariknya, spesimen yang menjadi bagian dari kajian ini juga merupakan koleksi Kebun Raya Bogor, yang berperan penting sebagai pusat konservasi tumbuhan dan sumber data ilmiah bagi penelitian biodiversitas di Indonesia.

Bisbul (Diospyros blancoi) merupakan tanaman buah tropis yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat dalam pengobatan tradisional. Spesies ini umumnya tersebar di Filipina dan beberapa wilayah Asia Tenggara, namun sebelumnya belum tercatat secara resmi di Papua.

Temuan ini sekaligus menjadi catatan baru mengenai persebaran Diospyros blancoi di kawasan Malesia, khususnya di Pulau Papua. Penelitian juga menunjukkan variasi morfologi pada tanaman ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti intensitas cahaya dan kondisi habitat, serta faktor genetik yang mengatur karakter reproduktif yang lebih stabil.

BRIN terus mendorong penelitian biosistematika dan eksplorasi biodiversitas untuk mengungkap potensi sumber daya hayati yang belum terdokumentasi, sekaligus memperkuat dasar ilmiah bagi upaya pelestarian.

Berita terkait

Badan Penyantun Yarsi Bukittinggi Gelar Acara Mengenal Tokoh Kartini Ranah Minang

Badan Penyantun Yarsi Bukittinggi Gelar Acara Mengenal Tokoh Kartini Ranah Minang

Bukittinggi-Spektroom : Perputaran zaman tidak akan membuat perempuan menyamai laki- laki. Perempuan tetaplah perempuan dan segala kemampuan dan kewajibanya, yang harus berubah adalah mendapatkan pendidikan dan perlakuan yang lebih baik, perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak, berbudi luhur taat beribadah, semuanya akan terpengaruhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan. Demikian dikemukakan Dr.

Wiza Andrita, Rafles
Kartini Masa Kini di Payakumbuh, Eni Zulmaeta: Dari Sampah, Perempuan Payakumbuh Bangun Kemandirian Ekonomi

Kartini Masa Kini di Payakumbuh, Eni Zulmaeta: Dari Sampah, Perempuan Payakumbuh Bangun Kemandirian Ekonomi

Payakumbuh-Spektroom : “Sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tapi peluang. Kalau dikelola dengan baik, ia bisa melahirkan nilai ekonomi.” Kalimat itu terlontar lugas dari ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta saat memulai perbincangan di kediamannya, Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Di momen yang identik dengan refleksi perjuangan

Rafles