Bukan Hanya Urban Farming, MTsN 2 Malang Tanam Ilmu dan Kepedulian Lingkungan
Malang-Spektroom : Menanam tanaman di lingkungan sekolah bukan hanya membuat halaman lebih hijau. Di MTsN 2 Kota Malang, kegiatan urban farming menjadi cara untuk mengenalkan ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi dengan Tim Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, madrasah mengembangkan urban farming ramah lingkungan berbasis pupuk hayati dan kompos.
Guru dan Tenaga Kependidikan yang tergabung dalam Tim Adiwiyata mendapat pembekalan mulai dari pengolahan sampah organik, pembuatan pupuk hayati dan kompos, hingga pengenalan dasar metode penelitian.
Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd., mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi kesempatan bagi madrasah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih praktis dan nyata bagi para murid.
“Kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan kesempatan berharga untuk memberikan pengalaman belajar yang praktis dan nyata bagi para murid. Harapannya, sinergi ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi kedua belah pihak,” tutur Anita Yusianti, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara MTsN 2 Kota Malang dan UNAIR.
Lebih jauh, keberadaan green house di lingkungan madrasah diproyeksikan sebagai laboratorium terbuka. Guru dan murid dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan riset maupun eksperimen sederhana di bidang pertanian perkotaan.
Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Drs. Farid Wajdi, menilai kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter.
Sementara itu, perwakilan Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR, Dr. Almando Geraldi, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bentuk penerapan hasil riset perguruan tinggi, khususnya dalam pengelolaan sampah organik dan pengembangan urban farming.
Pendampingan dan pemantauan secara berkala juga diharapkan terus dilakukan sehingga program tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi budaya lingkungan di madrasah.
Bagi generasi muda, pengalaman tersebut memberi pelajaran bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana: mengolah sampah, memanfaatkan lahan yang ada, menanam tanaman, sekaligus belajar memahami prosesnya secara ilmiah.
Di MTsN 2 Kota Malang, kegiatan urban farming akhirnya bukan hanya tentang bagaimana tanaman tumbuh. Lebih dari itu, menjadi ruang untuk menumbuhkan ilmu, kepedulian lingkungan dan karakter generasi muda yang lebih bertanggung jawab terhadap masa depan. (Polin-Muslihan)