The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim
Dekan Fakultas Hukum Unsoed, Prof. Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H., didampingi ketua panitia penyelenggara Prof.Dr.Aryuni Yulintianingsih,SH,MH, memberi keterangan pers, Senin (14/9/2026), Foto : Bian Pamungkas.

Purwokerto-Spektroom : Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara masyarakat bekerja dan berinteraksi, tetapi juga mulai memengaruhi cara pemerintah mengelola lingkungan dan merumuskan kebijakan.

Di tengah perubahan tersebut, hukum dinilai perlu beradaptasi agar perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat, kearifan lokal, serta kebutuhan menjaga ketahanan lingkungan.

Persoalan itu menjadi salah satu bahasan utama The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) yang digelar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), 14–16 September 2026.

Konferensi mengusung tema “Governing the Future Through Local Wisdom: Law, AI, and Community Environmental Resilience for the SDGs”. Forum tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri untuk membahas keterkaitan hukum, AI, kearifan lokal, ketahanan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Dekan Fakultas Hukum Unsoed, Prof. Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H. Senin, (14/9/2026) mengatakan konferensi internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan pemikiran yang dapat berkontribusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kemajuan AI harus diikuti dengan kemampuan hukum untuk beradaptasi. Pada saat yang sama, tantangan perubahan iklim yang semakin nyata membutuhkan gagasan dan pendekatan yang melibatkan masyarakat serta potensi lokal.

“Harapannya bukan sekadar kegiatan konferensi, tetapi ada keluaran berupa gagasan dan ide, salah satunya terkait kemajuan Artificial Intelligence (AI), Persoalan hukum juga perlu diadaptasi, sekaligus berkontribusi menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Sementara itu ketua panitia penyelenggara Prof.Dr.Aryuni Yulintianingsih,SH,MH, mengatakan ICOLGAS tahun ini diikuti sekitar 200 peserta dari dalam dan luar negeri. Panitia menerima sedikitnya sudah menerims 120 paper yang berasal dari peserta dari lima negara.

Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri turut menjadi pembicara, antara lain dari Tenri University Jepang, University of Melbourne Australia, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, serta Unsoed.

Sejumlah perguruan tinggi juga terlibat sebagai mitra penyelenggara, termasuk Universitas Islam Indonesia dan perguruan tinggi dari Malaysia.

"Konferensi internasional tersebut merupakan agenda berkala Fakultas Hukum Unsoed yang telah diselenggarakan sejak 2018, kemudian berlanjut pada 2020 dan 2023." ujar Prof.Aryuni.

Selain dosen dan akademisi, konferensi juga membuka ruang bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa program magister dan doktor, untuk menyampaikan hasil pemikiran dan penelitian mereka.

Dengan demikian, ICOLGAS diharapkan menjadi ruang mempertemukan perkembangan teknologi dengan perspektif hukum dan pengetahuan lokal, agar transformasi menuju masyarakat digital tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Berita terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Waspada Angin Kencang Masih Terjadi Pada Sejumlah Wilayah Maluku Utara

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Waspada Angin Kencang Masih Terjadi Pada Sejumlah Wilayah Maluku Utara

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini berlaku untuk periode 14 - 20 September 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster On Duty Muhamad Dzikri

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Belajar AI, Bukan Bukan Bisa Pakai tapi Paham

Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto Belajar AI, Bukan Bukan Bisa Pakai tapi Paham

Purwokerto-Spektroom : Bagi sebagian pelajar, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian. Mulai dari mencari ide tugas, membuat rangkuman, hingga membantu menghasilkan konten. Namun, memakai AI ternyata tidak cukup. Pelajar juga perlu tahu cara menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab. Hal itu yang dikenalkan Polresta Banyumas

Bian Pamungkas