Bukan Sekadar Bebas, FORIS Siapkan Jalan Pulang Klien Pemasyarakatan

Bukan Sekadar Bebas, FORIS Siapkan Jalan Pulang Klien Pemasyarakatan
Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Maluku, Catherian Viodolorin Picauly S.PAK,MH, saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Eva. M)

Ambon-Spektroom : Dari lembaga pemasyarakatan bukan akhir dari proses pembinaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan klien pemasyarakatan dapat kembali diterima, mandiri dan berdaya di tengah masyarakat.

Untuk itu, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku mendorong pembentukan Forum Reintegrasi Sosial (FORIS) sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam mendampingi klien pemasyarakatan setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Maluku, Catherian Viodolorin Picauly, mengatakan FORIS diarahkan untuk memperkuat penerimaan sosial, pemberdayaan dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan sekaligus menekan stigma dan risiko residivisme.

“Tujuannya meningkatkan keberhasilan reintegrasi sosial, menurunkan stigma masyarakat serta mencegah residivisme melalui sinergi program dan sumber daya,” kata Catherian kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, FORIS akan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial hingga Kementerian Agama. Kolaborasi tersebut akan dilanjutkan hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Catherian menjelaskan, mekanisme FORIS mencakup identifikasi kebutuhan dan potensi klien, penyusunan program integrasi, pelaksanaan layanan, pengawasan serta pendampingan berkelanjutan hingga evaluasi dan tindak lanjut.

(Foto: Eva. M)

Asisten I Setda Maluku, Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Faradilla Atamimi, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas kementerian di tingkat pusat akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama di daerah.

“Bagaimana kita melihat saudara-saudara kita yang dibina di pemasyarakatan untuk dapat kembali dengan baik ke masyarakat,” ujar Faradilla.

Melalui FORIS, pemerintah berharap klien pemasyarakatan tidak hanya kembali ke masyarakat, tetapi juga memiliki keterampilan, pekerjaan dan kemandirian ekonomi. Dukungan keluarga dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar proses reintegrasi berjalan baik dan angka residivisme dapat ditekan. (EM)

Berita terkait

PERSI Riau Komitmen Rumah Sakit Siaga 24 Jam Antisipasi Dampak Karhutla

PERSI Riau Komitmen Rumah Sakit Siaga 24 Jam Antisipasi Dampak Karhutla

Pekanbaru-Spektroom : Kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi perhatian penting di tengah menurunnya kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau. Kondisi tersebut mendorong rumah sakit untuk memperkuat pelayanan guna mengantisipasi dampak kesehatan yang dapat muncul di tengah masyarakat. Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Riau, dr. Surya

Salman Nurmin, Rafles
Kolaborasi BPBD Dan Polres Tabalong Distribusikan Air Bersih ke SMPN 3 Tanta, Bantu Atasi Dampak Kekeringan

Kolaborasi BPBD Dan Polres Tabalong Distribusikan Air Bersih ke SMPN 3 Tanta, Bantu Atasi Dampak Kekeringan

Tabalong–Spektroom : Dalam rangka membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan sekaligus mendukung upaya penanganan karhutla, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong dan Polres Tabalong melalui Satuan Samapta melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih di wilayah Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Rabu (26/8/2026) siang. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Samapta Polres

Junaidi, Rafles