Bunda PAUD Pontianak Komitmen Ciptakan Anak Usia Dini, Percaya Diri, Kreatif dan Mandiri

Bunda PAUD Pontianak Komitmen Ciptakan Anak Usia Dini, Percaya Diri, Kreatif dan Mandiri
Jajaran Pengurus PAUD Kota Pontianak Periode 2025-2030 bersama Walikota Pontianak Edi Kamtono usai dilantik. (Foto: Diskominfo Kota Pontianak)

Spektroom – Ketika Melantik Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Pontianak periode 2025–2030 Jumat sore (28/11/2025) Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa peran Bunda PAUD tidak sekadar simbol, tetapi motor penggerak strategis dalam menghadapi berbagai persoalan anak usia dini di kota ini.

Menurutnya, Bunda PAUD berfungsi sebagai motivator, penggerak, sekaligus teladan yang berperan langsung dalam memastikan layanan PAUD berjalan optimal hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ia meminta para camat dan lurah turut mendukung program Bunda PAUD dengan memastikan anak usia 3-6 tahun di wilayahnya mendapatkan akses PAUD berbasis data yang akurat.

Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menegaskan bahwa keberadaan Pokja Bunda PAUD membawa peran penting dalam penguatan layanan PAUD holistik-integratif.

Empat aspek utama menjadi fokus, salah satunya bidang pendidikan yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia menilai bahwa dukungan lintas sektor menjadi kunci agar persoalan anak usia dini dapat ditangani secara menyeluruh.

Menurut Yanieta, Pemerintah Kota Pontianak juga telah memperkuat kebijakan wajib PAUD minimal satu tahun sebelum masuk sekolah dasar, sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor: 113 Tahun 2021.

Aturan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat masa transisi anak dari PAUD ke jenjang pendidikan dasar sebagai bagian dari wajib belajar 13 tahun.

Ia menekankan bahwa Bunda PAUD berkomitmen untuk mengarahkan layanan PAUD sesuai esensinya: bukan tempat untuk memaksa anak membaca, menulis, atau berhitung (calistung), melainkan ruang untuk menumbuhkan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kepercayaan diri.

Melalui pendekatan bermain sambil belajar, anak-anak dilatih mengenal disiplin, sopan santun, kemampuan antre, menghargai teman, serta membangun kreativitas dan kemandirian.

Di tengah tantangan PAUD yang masih menumpang di berbagai fasilitas, Wali Kota Pontianak menilai kolaborasi menjadi kunci.

Ia mengajak BUMN, BUMD, dan dunia usaha membantu menyediakan lahan dan fasilitas PAUD melalui program CSR, sekaligus bersinergi dengan Bunda PAUD dalam pengelolaannya.

Komitmen ini memperkuat harapan bahwa kehadiran Bunda PAUD bukan hanya sebagai organisasi pendamping, tetapi sebagai garda terdepan dalam memastikan anak-anak Pontianak tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, dan mandiri sejak usia dini.

Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan keluarga, layanan PAUD di Kota Pontianak diharapkan semakin berkualitas dan inklusif bagi seluruh anak.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс