Daladunal Cup Indoor Archery open Tournament 2026, Buka Ruang Atlet Panahan
Tanjungpinang – Spktroom : Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah membuka Danlanudal Cup Tanjungpinang Indoor Archery Open Tournament 2026, di Hanggar Lanudal Tanjungpinang, Sabtu (26/9/2026).
Pembukaan di tandai dengan prosesi penarikan busur dan pelepasan anak panah simbolis ke sasaran, serta melakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan atlet, yaitu Serda Hendrik (FAST Archery) dan Nazwa (Gandowa Archery).
Turnamen berlangsung tiga hari mempertandingkan 13 divisi dikuti 307 peserta atlet dari Tanjungpinang, Batam, Bintan, Surabaya, dan Bogor. Wali Kota Tanjungpinang secara resmi membuka turnamen melalui
Komandan Lanudal Tanjungpinang Kol Laut (P) Tiang Yanuar R selaku pemrakarsa kegiatan mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga kesempatan bagi atlet mengukur kemampuan sekaligus mempererat hubungan antarpelaku olahraga.
“Mudah-mudahan turnamen ini dapat memberikan motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujarnya.
Menurut Tiang, olahraga panahan memiliki unsur pembinaan yang kuat karena melatih konsentrasi, ketenangan, kedisiplinan, dan sportivitas. Ia berharap Danlanudal Cup dapat digelar secara berkelanjutan sehingga turut mendorong perkembangan panahan di Tanjungpinang dan Kepulauan Riau
Walikota Lis menyampaikan apresiasi kepada Danlanudal Tanjungpinang, panitia, serta seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan turnamen panahan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan medali, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan olahraga, generasi muda, serta pembentukan karakter melalui sportivitas dan kompetisi yang sehat.
“Panahan merupakan olahraga yang tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga ketenangan, konsentrasi, kesabaran, ketepatan, disiplin, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Dikatakannya, olahraga panahan juga memberikan pelajaran bahwa seseorang tidak selalu dapat mengendalikan arah angin, tetapi dapat mengendalikan bagaimana membidik dan mengambil keputusan. Karena itu, ia mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan hasil satu pertandingan sebagai ukuran akhir kemampuan.
“Menang bukan berarti selesai dan kalah bukan berarti gagal. Kemenangan harus menjadi motivasi untuk terus berkembang, sementara kekalahan menjadi bahan evaluasi untuk kembali berlatih dan menjadi lebih baik,” lanjutnya.
Dirinya mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, wasit, juri, dan pelatih, serta menerima setiap hasil pertandingan dengan penuh sportivitas. Menurutnya, seorang juara tidak hanya dinilai dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari sikap dan karakter yang ditunjukkan selama bertanding.
“Jangan hanya mengejar medali. Kejar juga pengalaman, peningkatan kemampuan, serta kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tangguh. Percayalah pada kemampuan diri dan berikan yang terbaik dalam setiap pertandingan,” tambahnya.