Bupati Bondowoso Meninjau Progres Perbaikan Dampak Bencana Banjir

Bupati  Bondowoso Meninjau Progres Perbaikan Dampak Bencana Banjir
Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., didampingi Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i, S.E., memimpin langsung peninjauan progres perbaikan dampak banjir di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. (Foto Budi Spektroom)

Bondowoso-Spektroom : Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., didampingi Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i, S.E., memimpin langsung peninjauan progres perbaikan dampak banjir di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Senin (13/04/2026). Sebagai wujud komitmen dan kepedulian nyata terhadap keselamatan warga serta pemulihan infrastruktur pasca bencana, Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengakselerasi perbaikan di wilayah terdampak banjir.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, rombongan pimpinan daerah berfokus pada evaluasi empat titik pemasangan bronjong pelindung serta memeriksa kondisi struktural jembatan panjang desa yang sempat mengalami kerusakan signifikan akibat luapan debit air sungai.

Bupati Bondowoso dan Wakil Bupati dalam agenda peninjauan ini, bersama Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK), Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Kepala Satpol PP dan Damkar, Kepala Bagian Prokopim, Camat Klabang, serta Kepala Desa Wonoboyo.

Di sela-sela peninjauannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah penanganan sementara untuk meminimalisasi risiko kerusakan susulan, terutama pada titik-titik yang dinilai sangat rawan terhadap luapan arus sungai.

Pihaknya turun langsung ke Wonoboyo untuk memastikan penanganan sementara sudah berjalan dengan baik. Sampai saat ini, tim telah melakukan pemasangan bronjong yang berfungsi sebagai tangkis dan pengarah aliran air agar tidak kembali membahayakan permukiman.

Lebih lanjut, Bupati menguraikan beberapa poin kebijakan strategis terkait pemulihan pasca bencana, diantaranya Penggunaan Dana Darurat, Pemerintah Kabupaten akan mengoptimalkan pemanfaatan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menutupi kebutuhan pembiayaan penanganan awal dan darurat.

Selain itu, koordinasi lintas daerah, mengingat lokasi terdampak berada di kawasan perbatasan, penanganan permanen akan segera disiapkan melalui skema koordinasi lintas daerah antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, termasuk pemulihan akses warga, perbaikan infrastruktur jembatan desa menjadi prioritas agar mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan normal, serta sistem penanggulangan terintegrasi yang ditekankan perlunya manajemen bencana yang komprehensif, mencakup upaya preventif, mitigasi risiko, hingga penanganan pasca bencana yang terstruktur.

Kepala Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, Anshori, S.T., M.M., yang turut memberikan penjelasan teknis di lokasi, memaparkan bahwa intervensi infrastruktur saat ini difokuskan pada empat titik utama. Keempat titik yang dikunjungi, meliputi pemasangan bronjong di sekitar jembatan gapura hingga di aliran Sungai Gunung Putri yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo, fungsi utama bronjong tersebut adalah sebagai penahan laju air agar tidak meluap ke area pemukiman warga saat debit air meningkat.

Terkait solusi jangka panjang, Anshori menyatakan bahwa perbaikan jembatan secara permanen telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah dan akan diusulkan melalui mekanisme penganggaran pada Perubahan APBD (PAPBD) mendatang.

Bencana banjir yang terjadi tidak hanya difokuskan pada satu titik. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, S.T., M.M., melaporkan rekapitulasi penanganan bencana yang saat ini tengah dikoordinasikan oleh pihaknya.

Terdapat total tujuh titik penanganan bencana banjir yang tersebar di beberapa kecamatan. Lokasi terdampak meliputi Desa Wonoboyo, Ampelan, Sumber Wringin, dan Botolinggo. Untuk keseluruhan tujuh titik tersebut, kami mengestimasikan kebutuhan anggaran sekitar Rp500 juta khusus untuk penanganan awal dan masa tanggap darurat. (budi s)

Berita terkait

ISPU Sumbar Sangat Tidak Sehat, Gubernur Perintahkan Pemda Bertindak Cepat

ISPU Sumbar Sangat Tidak Sehat, Gubernur Perintahkan Pemda Bertindak Cepat

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memerintahkan seluruh pemerintah kabupaten/kota memperkuat pemantauan kualitas udara dan menyiapkan perlindungan bagi masyarakat. Perintah tersebut dikeluarkan menyusul hasil Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) parameter PM2,5 yang masuk kategori Sangat Tidak Sehat. Arahan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Sumbar Nomor 660/975/

Diah Utami, Rafles
SISSCa dan Ujian Ekonomi Songket: Ketika Lampu Dimatikan Panggung Dibongkar, Siapa yang Sejahtera?

SISSCa dan Ujian Ekonomi Songket: Ketika Lampu Dimatikan Panggung Dibongkar, Siapa yang Sejahtera?

Oleh : Riswan Idris Sawahlunto-Spektroom : Lampu sorot menyala terang di panggung Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval - SISSCa 2026. Musik menghentak. Model melenggang dalam balutan Songket Silungkang yang telah dijahit menjadi gaun malam, streetwear, hingga busana kontemporer. Di barisan depan, tepuk tangan pejabat dan undangan terdengar meriah. Itulah yang terlihat. Yang

Riswan Idris, Rafles
ссс