Bupati Bondowoso Tinjau Langsung Perpustakaan Ambruk di Tenggarang
“Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang sering melanda Bondowoso belakangan ini menjadi pengingat bagi kita untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi fisik bangunan publik, terutama sekolah. Kita tidak ingin keselamatan anak-anak kita terancam karena kondisi bangunan yang tidak layak,” ujar Bupati.
Bondowoso, Spektroom - Bupati Bondowoso, Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag, meninjau langsung lokasi ambruknya gedung perpustakaan di SDN 2 Sumbersalam, Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Kamis (26/2/2026). Kunjungan yang dilakukan pada hari ini merupakan respons pemerintah daerah atas insiden robohnya fasilitas sekolah yang terjadi pada Senin 23 Februari 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melihat sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Gedung perpustakaan berukuran kurang lebih 7X8 meter tersebut kini tidak bisa digunakan lagi. Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, penyebab utama ambruknya bangunan diduga kuat karena faktor usia bangunan yang sudah tua. Konstruksi atap yang telah lapuk tidak lagi mampu menahan beban fisik bangunan, yang kemudian diperparah oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tenggarang sejak Senin pagi.
Akibat kejadian ini, kerugian tidak hanya terjadi pada struktur fisik bangunan, namun juga pada aset literasi dan administrasi sekolah. Diperkirakan ratusan judul buku bacaan dan referensi siswa tertimbun material, dokumen administrasi penting sekolah dan arsip kependidikan mengalami kerusakan, perlengkapan olahraga serta sejumlah bangku dan meja belajar tidak dapat diselamatkan karena tertimpa atap yang roboh.
Bupati Bondowoso, Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Ia menekankan bahwa perpustakaan adalah jantung dari literasi sekolah yang tidak boleh dibiarkan terbengkalai terlalu lama. Pihaknya hadir untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar di SDN 2 Sumbersalam tetap harus berjalan, meski dengan keterbatasan akibat hilangnya fasilitas perpustakaan.
“Saya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pendataan menyeluruh dan memprioritaskan anggaran rehabilitasi gedung ini,” katanya.
Bupati Abdul Hamid juga meminta kepada pihak sekolah untuk segera mengamankan sisa-sisa aset yang masih bisa digunakan dan memastikan area reruntuhan dipasangi batas pengaman agar tidak membahayakan para siswa saat jam istirahat.
Selain fokus pada SDN 2 Sumbersalam, Bupati juga memberikan atensi khusus pada kondisi bangunan sekolah lain di seluruh Kabupaten Bondowoso. Ia memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan survei kelayakan bangunan pada sekolah-sekolah tua guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
“Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang sering melanda Bondowoso belakangan ini menjadi pengingat bagi kita untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi fisik bangunan publik, terutama sekolah. Kita tidak ingin keselamatan anak-anak kita terancam karena kondisi bangunan yang tidak layak,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk bergerak cepat agar para siswa SDN 2 Sumbersalam dapat segera kembali menikmati fasilitas perpustakaan yang lebih aman dan nyaman.