Bupati Ketapang Tegaskan Sakralnya Gelar Adat Dayak di PGD Kalbar 2026

Bupati Ketapang Tegaskan Sakralnya Gelar Adat Dayak di PGD Kalbar 2026
Alexander Wilyo Bupati Ketapang Tuan rumah penyelenggara pekan Gawai Dayak Kalbar ke 40 tahun 2026 di Rumah Radak'ng. (Foto: Apolo/Spektroom)

Pontianak-Spektroom : Di tengah semarak Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat ke-40 tahun 2026 di Rumah Radakng Pontianak, Bupati Ketapang Alexander Wilyo tampil bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga representasi marwah budaya Dayak Ketapang yang dibawanya ke panggung budaya terbesar tahunan masyarakat Dayak di Kalbar.

Pada Pekan Gawai Dayak Kalbar ke 40 tahun ini Kabupaten Ketapang adalah Tuan Rumah penyelenggara, yang secara bergantian untuk seluruh Kabupaten Kota di Kalimantan Barat

Sejak pembukaan PGD pada Rabu (20/5/2026), Alexander terlihat aktif mendampingi kontingen Kabupaten Ketapang dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi adat, pertunjukan budaya hingga persiapan ritual sakral yang menjadi perhatian publik tahun ini.

Kehadiran langsung orang nomor satu di Ketapang itu menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi adat dan budaya Dayak agar tetap hidup di tengah modernisasi.

“Ini bukan sekadar festival budaya, Ini tentang menjaga identitas, menjaga warisan leluhur, dan memperkenalkan budaya Dayak Ketapang kepada generasi muda maupun masyarakat luar,” ujar Alexander usai pembukaan kegiatan.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian dalam PGD tahun ini adalah prosesi Pesalin, ritual adat pemberian gelar kehormatan khas Dayak Ketapang yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis besok (21/5/2026).

Prosesi tersebut akan dilaksanakan menggunakan tata cara adat dan ritual tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak Ketapang.

Sejumlah tokoh penting dijadwalkan menerima gelar kehormatan adat, diantaranya tokoh nasional, jajaran Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), hingga pejabat dari Sarawak, Malaysia.

Di balik prosesi budaya itu, Alexander juga meluruskan isu yang berkembang terkait klaim pemberian gelar adat oleh pihak tertentu.

Ia menegaskan bahwa gelar adat bukan simbol yang bisa diberikan sembarangan karena memiliki nilai sakral dan legitimasi adat yang kuat.

“Gelar adat tidak boleh diklaim sepihak. Dalam tradisi Dayak Ketapang, gelar hanya diberikan oleh pihak yang sah, yakni para pemegang adat dan sesepuh melalui ritual khusus yang sakral,” tegasnya.

Menurut Alexander, menjaga kemurnian adat menjadi tanggung jawab bersama agar nilai budaya Dayak tidak kehilangan makna di tengah perkembangan zaman dan kepentingan tertentu.

Bagi masyarakat Dayak, kata dia, adat bukan hanya simbol seremonial, melainkan identitas yang mengikat hubungan manusia dengan leluhur, alam, dan nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui momentum PGD Kalbar ke-40, Kabupaten Ketapang berharap penampilan budaya dan ritual adat yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi generasi muda Dayak di Kalimantan Barat.

Di akhir wawancara, Alexander menutup pernyataannya dengan salam khas Dayak yang menggema di kawasan Rumah Radakng.

“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata. Arus… Arus… Arus…”

Berita terkait

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Batam-Spektroom : Menghadapi perkembangan dunia digital kedepan, penting bagi pelajar diberikan Pembinaan Budi Pekerti, menanamkan nilai nilai moral kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas dan bertangngung jawab. SMP Negeri 1 Batam melaksanakan Pembinaan Budi Pekerti menghadirkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (TP-PKK) sebagai Narasumber sekaligus

Desmawati, Rafles
UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

Tanah Datar–Spektroom : Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Kali ini, UNP menggelar pelatihan peningkatan literasi digital, keuangan, dan perpajakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,

Riswan Idris, Rafles
Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Tanah Datar–Spektroom : Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan pemerintah, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak berhenti pada gagasan-gagasan di atas kertas. Setiap inovasi, katanya, harus berujung pada perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan itu

Riswan Idris, Rafles
Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Ambon-Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar, meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 pada kategori Dampak Sosial Terbesar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfat bagi masyarakat. Penghargaan diterima dalam ajang apresiasi yang digelar Partai Perindo sebagai bentuk pengakuan terhadap

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс