Bupati Landak Perjuangkan Pembangunan RSUD Landak dan Pasar Rakyat
Pontianak - Spektroom : Terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat pemotongan dana transfer ke daerah tak menyurutkan langkah Bupati Landak Karolin Margret Natasa memperjuangkan fasilitas publik didaerahnya.
Langkah proaktif dengan melobi pemerintah pusat melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat, di Pontianak. Ada 2 infrastruktur yang diperjuangkan Karolin, yakni pembangunan Pasar Rakyat dan revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak.
Terkait pasar, kondisi pasar rakyat di Landak saat ini sudah sangat tidak layak secara lingkungan. Upaya mandiri sebenarnya telah direncanakan, namun terganjal persoalan plafon pembiayaan.
“Hitungan kami Rp 45 miliar, Bank Kalbar cuma berani kasih pinjaman Rp 30 miliar rupiah. Kurangnya banyak banget, jadi saya ragu-ragu untuk meminjam, takut nanti mangkrak,” ungkap Karolin, Selasa (14/07/2026).
Karolin meminta pemerintah pusat turun tangan merealisasikan pembangunan pasar ini, mengingat Pemerintah Kabupaten Landak telah membebaskan lahannya pada tahun 2026. Pembangunan RSUD Landak yang sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
RSUD Landak sudah tertinggal zaman dan belum pernah mendapatkan penambahan fasilitas secara masif. Di sisi lain, jumlah pasien yang datang terus melonjak drastis setiap tahunnya.
Tingkat keterisian tempat tidur kita sudah sangat tinggi. Kalau sekarang mau kirim pasien ke rumah sakit Landak itu agak susah karena penuh terus, kita dikomplain terus.
Guna memberikan solusi, masterplan yang dibawa Karolin memuat desain pembangunan 3 tahap. Pembangunan gedung rawat inap di tahap awal dirancang agar tidak mengganggu operasional pelayanan rumah sakit yang sudah berjalan.
Lahan tidak ada masalah, operasional rumah sakit tidak ada masalah. Kalau memang ada dananya, tinggal tancap saja. Sisanya urusan saya.