Bupati Landak: Tanpa Adaptasi Pemuda Dayak Tertinggal di Era Digital

Bupati Landak: Tanpa Adaptasi Pemuda Dayak Tertinggal di Era Digital
Pelantikan pengurus Pemuda Dayak kabupaten Landak yang dirangkai dengan Seminar Nasional dihadiri sejumlah Tokoh daerah dan Nasional. Foto: Sartiman

Landak - Spektroom : Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, resmi melantik jajaran pengurus Pemuda Dayak Kabupaten Landak dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Sabtu (25/04/2026). Momentum ini sekaligus dirangkai dengan pembukaan Seminar Nasional bertema kolaborasi pemuda yang menghadirkan tokoh nasional dan daerah.

Dalam sambutannya, Karolin menegaskan pentingnya peran strategis Pemuda Dayak sebagai motor penggerak perubahan di tengah tantangan zaman. Ia mengingatkan organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi wadah simbolik, tetapi harus mampu melahirkan generasi yang kritis, adaptif, dan berdaya saing.

“Pemuda Dayak harus tumbuh menjadi organisasi yang mampu menghasilkan pemuda berkualitas, yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Karolin juga menyinggung filosofi “bangkit dan melawan” yang tercermin dalam mars organisasi.

Namun, ia menekankan bahwa makna perlawanan saat ini telah bergeser, bukan lagi dalam bentuk fisik, melainkan melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah kemampuan beradaptasi.

Ia bahkan mengibaratkan dengan kepunahan dinosaurus yang gagal beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Karolin mengingatkan ancaman nyata di era digital, mulai dari penipuan berbasis kecerdasan buatan hingga fenomena love scam yang kian marak. Ia meminta pemuda lebih cerdas dan waspada dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Tak kalah penting, ia menekankan bahwa identitas Dayak tidak boleh direduksi hanya pada atribut budaya semata. Nilai-nilai luhur, harus diimplementasikan dalam kehidupan modern dan menjadi kekuatan dalam menghadapi globalisasi.

Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Landak, Albertus Trio Kusuma, menyatakan komitmennya menjadikan organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sumber daya manusia unggul.

“Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi, bekerja sama dengan pemerintah daerah hingga pusat,” katanya. Albertus menyebut pelantikan ini sebagai tonggak sejarah bagi eksistensi Pemuda Dayak di Landak.

Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga soliditas organisasi dan melanjutkan perjuangan ke depan. Pelantikan menjadi titik awal penguatan peran pemuda dalam pembangunan, sekaligus menjaga persatuan dan identitas Dayak di tengah arus globalisasi yang kian dinamis.

Berita terkait

Respons Perubahan Iklim, Bupati Sleman Dukung Pemanfaatan Teknologi RO untuk Ketahanan Air Bersih Warga

Respons Perubahan Iklim, Bupati Sleman Dukung Pemanfaatan Teknologi RO untuk Ketahanan Air Bersih Warga

Sleman–Spektroom : Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi meluncurkan sekaligus menghadiri seremonial serah terima Program Penyediaan Air Bersih Berkelanjutan yang memanfaatkan panen air hujan dan mata air berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO), Jumat (19/6/2026). Pemanfaatan teknologi tersebut merupakan program kerjasama PT Hutama Karya Persero dengan Yayasan Anak Bangsa

Fatmawaty, Julianto
Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026 Kabupaten Pekalongan

Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026 Kabupaten Pekalongan

Pekalongan-Spektroom: Dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-80, digelar Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026. Kegiatan berlangsung di Lapak Angkasa, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jumat, 19 Juni 2026. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi ratusan penghobi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan kegiatan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Teknologi RO Ubah Air Hujan Jadi Air Layak Minum untuk Warga Gemawang

Teknologi RO Ubah Air Hujan Jadi Air Layak Minum untuk Warga Gemawang

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung pemanfaatan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai solusi penyediaan air bersih berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Sleman Harda Kiswaya saat meresmikan dan menghadiri seremoni serah terima Program Penyediaan Air Bersih Berkelanjutan berbasis panen air hujan dan mata air dengan teknologi RO

Fatmawaty, Bian Pamungkas