Trending

Buruh dan Pengusaha Jalan Bersama Rayakan May Day

Buruh dan Pengusaha Jalan Bersama Rayakan May Day
Peringatan May Day di kabupaten Landak meriah dengan gelar jalan Santai. Foto : Sartiman

Landak-Spektroom : Pagi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (01/05/2026), terasa berbeda. Ratusan buruh, pegawai pemerintah, hingga perwakilan perusahaan berkumpul di halaman Kantor Bupati Landak bukan untuk berunjuk rasa, melainkan berjalan santai bersama merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.

Diiringi pengawalan mobil Satlantas Polres Landak, peserta berjalan mengelilingi kawasan Bundaran Tugu Soekarno sebelum kembali ke kantor bupati. Tawa, obrolan ringan, dan sapaan hangat tampak mewarnai suasana yang jauh dari kesan tegang.

Momentum May Day tahun ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan Solidaritas Pekerja Bersama Dengan Perusahaan dan Pemerintah Guna Meningkatkan Produktivitas Industri Menuju Landak Maju, Mandiri dan Sejahtera.”

Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, M.H, menyebut peringatan Hari Buruh bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang refleksi tentang pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah.

“Tidak ada buruh tanpa pengusaha, dan tidak ada pengusaha tanpa negara yang berdaulat. Semua saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan,” ujar Karolin di hadapan peserta.

Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika dunia kerja yang terus berubah, Karolin menilai pemerintah harus hadir sebagai penengah yang adil.

Menurutnya, keberpihakan bukan hanya soal melindungi pekerja, tetapi juga memastikan dunia usaha tetap tumbuh sehat agar lapangan kerja terus tersedia. Pemkab Landak, kata dia, bahkan menyiapkan fasilitator khusus yang dilatih untuk menangani persoalan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan.

“Kami punya fasilitator yang memang dipersiapkan untuk memediasi konflik ketenagakerjaan. Pemerintah harus menjadi wasit yang adil bagi semua pihak,” katanya.

Komitmen itu juga diwujudkan melalui rencana pembentukan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian agar penanganan isu buruh dan industri lebih fokus.

Bagi banyak pekerja yang hadir, May Day kali ini bukan hanya tentang tuntutan kesejahteraan, tetapi juga tentang ruang kebersamaan. Tidak sedikit buruh yang datang bersama rekan kerja sambil mengenakan atribut serikat pekerja mereka.

Ketua Panitia May Day 2026, Januarius Jono, mengaku antusiasme peserta tahun ini menjadi gambaran kuatnya solidaritas antarpekerja dan perusahaan di Landak.

“Kami bersyukur kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Semoga semangat solidaritas ini terus terjaga,” ujarnya.

Selain jalan santai, kegiatan juga dihadiri Wakil Bupati Landak, jajaran Forkopimda, Sekda Landak, pimpinan OPD, hingga perwakilan berbagai perusahaan di Kabupaten Landak.

Di tengah hiruk-pikuk peringatan Hari Buruh di berbagai daerah, suasana May Day di Landak menghadirkan wajah lain: buruh, pengusaha, dan pemerintah yang memilih berjalan berdampingan di jalan yang sama.

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP