Trending

Capaian KB Surabaya Penuhi Target, Edukasi Kontrasepsi Jangka Panjang Diperkuat

Capaian KB Surabaya Penuhi Target, Edukasi Kontrasepsi Jangka Panjang Diperkuat
Senior Program Manager TCI Global Hub, Kate Graham, menilai Surabaya memiliki komitmen yang baik dalam mengembangkan layanan kesehatan bagi perempuan dan keluarga.(Foto : Diskominfo Pemkot SBY).

Surabaya-Spektroom : Capaian program keluarga berencana (KB) di Kota Surabaya telah mencapai 100 persen dari target pemerintah pusat. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih memperkuat edukasi kepada pasangan usia subur, terutama untuk meningkatkan pemahaman tentang penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, mengatakan pemenuhan target tersebut belum berarti seluruh pasangan usia subur telah terjangkau layanan dan edukasi KB.

“Capaian KB kita sudah memenuhi target, tetapi masih ada pasangan usia subur yang perlu kita jangkau. Karena itu, edukasi harus terus diperkuat, terutama mengenai penggunaan kontrasepsi jangka panjang,” kata Ida.

Menurut dia, perencanaan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pengaturan jarak kehamilan, tetapi juga menyangkut kesiapan ekonomi dan pola pengasuhan anak. Karena itu, masyarakat perlu memahami berbagai pilihan kontrasepsi, termasuk alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan implan.

Ida mengungkapkan, kekhawatiran terhadap rasa sakit masih menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian masyarakat ragu menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Edukasi melalui tenaga kesehatan diperlukan agar pasangan usia subur memperoleh informasi yang tepat dan dapat menentukan metode kontrasepsi sesuai kondisi serta kebutuhan mereka.

Penguatan layanan KB tersebut menjadi bagian dari penilaian awal oleh perwakilan The Challenge Initiative (TCI) Global Hub di Puskesmas Pacarkeling, Surabaya, Kamis (29/10/2026). Penilaian ini dilakukan untuk memetakan kondisi layanan, mengidentifikasi tantangan, dan melihat kebutuhan pengembangan program.

Senior Program Manager TCI Global Hub, Kate Graham, menilai Surabaya memiliki komitmen yang baik dalam mengembangkan layanan kesehatan bagi perempuan dan keluarga. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah sistem rujukan, terutama untuk memastikan perempuan yang memperoleh pendampingan dari kader masyarakat dapat terhubung dengan layanan kontrasepsi yang sesuai.

TCI merupakan inisiatif yang mendukung pemerintah daerah di sejumlah kota di Afrika dan Asia melalui advokasi, bantuan teknis, pendampingan, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan masyarakat.

Di Indonesia, program tersebut dijalankan oleh Yayasan Jalin Komunikasi Indonesia. Dari 15 kota yang awalnya menunjukkan ketertarikan, lima kota masuk daftar prioritas. Surabaya dan Depok kini menjalani penilaian lebih lanjut untuk kemungkinan pengembangan program.

Kate menegaskan, pemerintah daerah tetap memegang peran utama dalam menentukan kebijakan dan pelaksanaan program. Melalui proses penilaian ini, diharapkan kebutuhan penguatan layanan dapat teridentifikasi sehingga semakin banyak perempuan dan keluarga memperoleh akses informasi serta layanan KB yang sesuai.

Berita terkait

SRC 2026 Jadi Ajang Evaluasi Atlet, Surabaya Bidik 250 Medali Emas di Porprov 2027

SRC 2026 Jadi Ajang Evaluasi Atlet, Surabaya Bidik 250 Medali Emas di Porprov 2027

Surabaya – Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Salah satu upaya yang dilakukan melalui penyelenggaraan Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 sebagai ajang mengukur kemampuan sekaligus mengevaluasi perkembangan atlet. Kompetisi yang melibatkan 38 cabang olahraga (cabor) tersebut resmi ditutup di Gelora Pancasila,

Bian Pamungkas