Cegah Banjir Tanjungpinang Menteri PU Dorong Penanganan Sungai Sampai Muara

Cegah Banjir Tanjungpinang Menteri PU Dorong Penanganan Sungai Sampai Muara
Menteri PU saat meninjau Waduk Srikaton di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau ( Birkom pu)

Tanjungpinang – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mendorong penanganan pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan pada infrastruktur Waduk Srikaton, tetapi juga memperhatikan kondisi aliran sungai hingga ke bagian hilir dan muara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau langsung Infrastruktur Waduk Srikaton di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau pada Minggu (30/8) Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody didampingi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian PU Wilayah Kepulauan Riau.

“Area sempadan sungai di bagian hilir tidak dibangun bangunan liar dan melakukan pengecekan terhadap saluran dari area hilir sampai dengan area muara untuk memastikan terdapat sedimen yang parah ataupun bottleneck yang menyebabkan banjir,” kata Menteri Dody seperti tertulis dirilis kementerian PU,Senin ( 31/8/2026).

Waduk Srikaton menjadi salah satu bagian dari pengendali banjir dikota Tj pinang ( birkom pu)

Waduk Srikaton sendiri memiliki luas lahan 2,93 hektare dengan kapasitas tampungan mencapai 80.588 meter kubik. Saat hujan lebat, infrastruktur tersebut mampu menampung volume air atau debit banjir puncak yang masuk ke kolam hingga 51.588 meter kubik.

Keberadaan Waduk Srikaton menjadi salah satu bagian dari upaya pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang. Infrastruktur tersebut mampu mereduksi banjir sebesar 1,79 persen dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga meninjau Sungai Terusan yang merupakan jaringan kanal lama dan memiliki nilai historis sebagai bagian dari peninggalan masa Kerajaan Melayu. Menteri Dody mengarahkan agar Sungai Terusan dapat direvitalisasi dan dioptimalkan Kembali. Sehingga fungsi serta potensinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para nelayan.

Untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh, Menteri Dody menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.

Saat ini, kondisi Sungai Terusan mengalami penyempitan yang antara lain disebabkan oleh pertumbuhan tanaman bakau. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan kembali fungsi kanal.

“Saya telah menginstruksikan BWS Sumatera IV Batam untuk melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan, sehingga kondisi lapangan dapat terlihat secara menyeluruh dan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” tutur Menteri Dody.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti