Cegah Merokok, Dinas Kesehatan Ternate Lakukan Pelatihan Konseling Upaya Berhenti Merokok

Cegah Merokok, Dinas Kesehatan Ternate Lakukan Pelatihan Konseling Upaya Berhenti Merokok
Dinas Kesehatan Kota Ternate lakukan Pelatihan Konseling Upaya Berhenti Merokok (Foto:Dinkes Koter)

Ternate-Spektroom : Dinas Kesehatan Kota Ternate, bekerja sama dengan Lintas Sektor dan Lintas Program menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Konseling Upaya Berhenti Merokok, berlangsung selama 5 hari sejak tanggal 21 Juli 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di Grand Majang Hotel Ternate itu diikuti 30 orang Petugas Kesehatan di Puskesmas di Kota Ternate sebagai tenaga optimal dalam konseling, bagaimana cara menghindar untuk menjadi seorang perokok, dan bagi yang sudah terlanjur menjadi perokok bagimana cara berhenti dari ketergantungan merokok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate dr. Fathiyah Suma kepada Spektroom mengatakan, merokok merupakan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, kanker dan penyakit pernapasan kronis seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Data menunjukkan bahwa di dunia setiap tahun terjadi kematian akibat PTM pada kelompok usia 30 - 69 tahun sebanyak 15 juta orang.
Selain itu, sebanyak 7,2 juta kematian disebabkan oleh konsumsi tembakau dan 70 persen kematian tersebut terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia (WHO 2017).

"Kerugian merokok bukan hanya dari biaya pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh rokok seperti PTM namun juga biaya hilangnya hari atau waktu produktivitas. Walau memiliki dampak negatif yang signifikan, karena rokok ternyata begitu lekat dengan kehidupan penduduk Indonesia," ujar dr. Fathiyah.

Sementara beban biaya yang berkaitan dengan penyakit akibat rokok dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit tidak menular (PTM) seperti gangguan pernapasan (PPOK, Asma), Penyakit Jantung, Stroke dan Kanker Paru, dan ini bukan hanya dari biaya pengobatan tetapi juga biaya hilangnya hari atau waktu produktivitas.
Apalagi saat ini anak-anak dan kaum muda kita semakin dijejali dengan ajakan merokok oleh iklan, promosi dan sponsor rokok yang sangat gencar. Oleh karena itu, bantuan tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan motivasi dan komitmen perokok agar menghentikan kebiasaan merokoknya.

Untuk itu, perlu disediakan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bagi perokok sebagai ujung tombak pelayanan promotif dan preventif untuk mendukung upaya menurunkan prevalensi perokok.

Penyelenggaraan layanan UBM di FKTP memiliki peran yang strategis dalam membantu masyarakat yang ingin berhenti merokok karena FKTP merupakan sumber layanan kesehatan yang utama dan sangat dekat keberadaannya dengan masyarakat terutama pada area yang lebih pelosok.
Maka dari itu, penting bagi tenaga kesehatan di FKTP untuk dapat memberikan konseling UBM, mengedukasi masyarakat agar menjauhi rokok, dan membantu masyarakat yang sudah terlanjur menjadi perokok untuk berhenti dan terlepas dari jerat ketergantungan rokok.

Setelah mengikuti Pelatihan ini diharapkan peserta mampu melaksanakan konseling upaya berhenti merokok di fasilitas pelayanan kesehatan primer serta mampu melakukan KIE dampak konsumsi rokok bagi kesehatan, melakukan upaya berhenti merokok, melakukan konseling upaya berhenti merokok, melakukan pengukuran faktor risiko penyakit tidak menular akibat rokok, melakukan tindak lanjut upaya berhenti merokok, dan melakukan pencatatan dan Pelaporan konseling.

Pada pelatihan ini diberikan materi Kebijakan dan Strategi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan KTR, Manajemen Penerapan KTR dan Upaya Berhenti Merokok, KIE Dampak Konsumsi Rokok Bagi Kesehatan, Upaya Berhenti Merokok, Konseling Upaya Berhenti Merokok di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, dan Pengukuran Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Akibat Rokok.

Berita terkait