Cegah Pelanggaran Hukum, Kemenkum Sumbar Dampingi UMKM Kreatif Bukittinggi

Cegah Pelanggaran Hukum, Kemenkum Sumbar Dampingi UMKM Kreatif Bukittinggi
Kemenkum Sumbar lakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bukittinggi. (Foto: Humas Kemenkum Sumbar)

Spektroom - Kota Bukittinggi sebagai pusat industri dan perdagangan di Sumatera Barat harus memiliki benteng hukum yang kuat bagi produk-produk kreatifnya. Menyadari hal itu, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat (Kemenkum Sumbar) melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bukittinggi pada Jumat (23/1/2026).

Langkah ini diambil untuk membangkitkan kembali semangat perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di kalangan pelaku usaha mikro dan menengah.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Sumbar, Lista Widyastuti, menyampaikan bahwa perlindungan KI seperti Merek dan Desain Industri adalah aset strategis. Namun, di lapangan ditemukan fakta bahwa pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sempat khawatir akibat adanya dugaan pelanggaran hukum KI di tahun sebelumnya.

"Kami hadir untuk menghilangkan kekhawatiran itu. Kemenkum Sumbar berkomitmen memberikan pendampingan penuh agar setiap karya anak bangsa di Bukittinggi memiliki sertifikat resmi yang diakui negara," tegas Lista.

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bukittinggi, Nano Dwi Kurnia Sari, mengapresiasi inisiatif ini. Ia mengakui bahwa selama ini pihaknya terkendala keterbatasan anggaran dan SDM untuk menjangkau ratusan IKM di Bukittinggi.

Melalui kolaborasi ini, Kemenkum Sumbar menawarkan solusi praktis berupa layanan konsultasi daring hingga pengecekan pangkalan data KI secara gratis. Sinergi ini diharapkan dapat memangkas birokrasi dan meminimalisir potensi penolakan pendaftaran merek di kemudian hari.

Tak hanya soal pendaftaran, Kemenkum Sumbar juga menerjunkan tim PPNS KI untuk memberikan edukasi penegakan hukum. Sinergitas ini akan diwujudkan dalam bentuk sosialisasi massal bagi pelaku UMKM.

Dengan payung hukum yang jelas, produk unggulan Bukittinggi—mulai dari kuliner hingga kerajinan—diharapkan makin berdaya saing tinggi, terlindungi dari pemalsuan, dan pada akhirnya mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. (RRE/Rel)

Berita terkait

Daop 6 Yogyakarta Dukung Penutupan Puluhan Perlintasan Liar Demi Keselamatan

Daop 6 Yogyakarta Dukung Penutupan Puluhan Perlintasan Liar Demi Keselamatan

Yogyakarta – Spektroom PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mendukung langkah pemerintah dalam menutup perlintasan liar di wilayah operasionalnya. Sepanjang periode 2023 hingga Mei 2026, sebanyak 38 perlintasan liar telah ditutup sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Kondisi Darurat Sampah Sungai, Pemkab Pekalongan Siap Bekerjasama dengan Komunitas Sungai Watch

Kondisi Darurat Sampah Sungai, Pemkab Pekalongan Siap Bekerjasama dengan Komunitas Sungai Watch

Pekalongan-Spektroom: Menilai kondisi persampahan di wilayahnya semakin memprihatinkan dan membutuhkan penangan serius. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyatakan siap menggandeng komunitas lingkungan internasional Sungai Watch untuk menangani persoalan sampah sungai di wilayah Pantura. Komitmen itu disampaikan Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, saat mengikuti kegiatan Gerakan Penyelamatan Sungai bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Pemprov Kepri Terus Mengkampanyekan Semangat Menjaga Kebersihan dan Keindahan Destinasi Wisata Melalui GWB dan Indonesia ASRI

Pemprov Kepri Terus Mengkampanyekan Semangat Menjaga Kebersihan dan Keindahan Destinasi Wisata Melalui GWB dan Indonesia ASRI

Tanjungpinang-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pariwisata terus menggencarkan semangat kebersihan dan keindahan destinasi wisata melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB) dan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI). Kegiatan ini merupakan program nasional  dilangsungkan di kawasan Balai Adat dan Pesisir Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis (7/5/

Desmawati, Rafles