Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir, Jalan Amblas dan Longsor di Malalak, Kabupaten Agam
Agam-Spektroom : Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Malalak pada Sabtu (25/7/2026) sore, mengakibatkan banjir, jalan amblas, dan tanah longsor di dua nagari, yakni Nagari Malalak Timur dan Nagari Malalak Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk penanganan awal.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Agam, kejadian di Nagari Malalak Timur terjadi sekitar pukul 16.05 WIB dan dilaporkan oleh Pemerintah Nagari pada pukul 18.40 WIB. Banjir menggenangi kawasan Gudang, Jorong Subarang Pakan Usang, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter sehingga akses jalan sulit dilalui, terutama oleh kendaraan roda dua.
Di lokasi yang sama, curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan sebagian badan jalan di Jorong Limo Badak amblas. Akibatnya, akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga aktivitas masyarakat di lokasi terdampak ikut terganggu.
Sementara itu, di Nagari Malalak Utara, hujan deras yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB juga memicu tanah longsor di ruas Jalan Sigiran–Campago. Material longsor setinggi sekitar 1,5 meter dengan panjang sekitar 7 meter menutupi sebagian badan jalan. Meski demikian, akses jalan masih dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup.
Selain longsor, banjir juga terjadi di jembatan menuju Sigiran dari arah Campago dengan tinggi genangan sekitar 20 sentimeter. Peristiwa tersebut menyebabkan bahu jalan mengalami pengikisan, namun akses kendaraan masih dapat dilalui dengan tetap berhati-hati.

Kalaksa BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan bahwa pihaknya setelah menerima laporan lansung berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan awal.
"Begitu menerima informasi, tim BPBD langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari terkait situasi di lapangan. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi dan menentukan langkah penanganan selanjutnya," ujar Rahmad Lasmono.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Agam.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, agar tetap waspada terhadap potensi banjir maupun longsor apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tambahnya.
Hingga Sabtu malam, kondisi cuaca di lokasi kejadian telah membaik dan banjir di Nagari Malalak Utara dilaporkan telah surut. Pembersihan material longsor di ruas Jalan Sigiran–Campago telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Nagari dan direncanakan akan dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat. Sementara itu, BPBD Kabupaten Agam terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi tetap aman dan akses masyarakat dapat segera kembali normal.