Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, 16 Penerbangan di BIM Padang Dibatalkan
Padang Pariaman-Spektroom : Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan gangguan operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang.
Sebanyak 16 penerbangan dibatalkan pada Minggu (6/9/2026) menyusul diterbitkannya Notam Closed di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) akibat abu vulkanik.
Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, mengatakan pembatalan dilakukan demi keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Pembatalan dan penundaan dilakukan karena adanya potensi gangguan abu vulkanik di wilayah udara, khususnya rute ke dan dari Jakarta,” ujar Feni, Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan data update pukul 11.30 WIB, penerbangan yang dibatalkan meliputi Lion Air JT 353 rute Padang - Jakarta dan JT 256 rute Jakarta - Padang. Citilink membatalkan 4 penerbangan, yakni QG 952, QG 953, QG 180, dan QG 181.
Pelita Air membatalkan IP 350 dan IP 351. Super Air Jet membatalkan IU 812 dan IU 813. Garuda Indonesia membatalkan GA 148 dan GA 149. Batik Air membatalkan ID 7109 dan ID 7108. Serta Susi Air membatalkan SI 7294 dan SI 200.
Total terdapat 8 penerbangan kedatangan dan 8 penerbangan keberangkatan yang dibatalkan. Selain itu, 2 penerbangan Garuda Indonesia GA 162 rute Jakarta - Padang dan GA 165 rute Padang - Jakarta ditunda hingga waktu yang belum ditentukan atau Delay UFN.
Meski demikian, operasional bandara tetap berjalan untuk rute lain. Tercatat 24 penerbangan masih beroperasi normal, terdiri dari 12 kedatangan dan 12 keberangkatan.
Rute yang masih beroperasi antara lain dari dan ke Kuala Lumpur, Batam, Medan, serta beberapa penerbangan Jakarta sore hingga malam.
Feni mengimbau penumpang terdampak agar segera menghubungi maskapai masing-masing untuk informasi reschedule atau refund.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Penumpang dapat memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai dan Bandara BIM,” pungkasnya.