Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Gubernur Ahmad Luthfi

Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Gubernur Ahmad Luthfi
Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas, sampaikan aspirasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tentang Pemangkasan dana desa ( Foto : Humas Prov JT).

Spektroom – Pemangkasan dana desa yang semakin dirasakan mendorong para kepala desa di Kabupaten Banyumas menyampaikan aspirasi langsung kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Aspirasi tersebut meliputi pemerataan bantuan keuangan (Bankeu) dan bantuan gubernur (Bangub), pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga polemik relokasi Puskesmas Cilongok II.

Aspirasi disampaikan Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas dalam pertemuan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (5/2/2026).

Ketua Umum Satria Praja Banyumas, Saifuddin, menyebut penurunan dana desa menjadi persoalan paling mendesak karena berdampak langsung pada kemampuan desa menjalankan pembangunan. Ia berharap Bantuan gubernur dapat dialokasikan secara lebih merata agar desa tetap mampu bergerak di tengah keterbatasan anggaran.

Selain itu, Saifuddin menyoroti kendala pelaksanaan KDMP, khususnya di desa-desa dengan keterbatasan lahan dan status tanah. Ia menilai diperlukan kejelasan regulasi, pendampingan, serta fleksibilitas model pengelolaan koperasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum dan pemborosan anggaran. Menurutnya, pola penggabungan koperasi antar desa bisa menjadi alternatif solusi.

Aspirasi lain berkaitan dengan relokasi Puskesmas Cilongok II. Saifuddin mengungkapkan adanya perbedaan keputusan terkait lokasi relokasi, meski sebelumnya telah terbit surat penetapan lokasi di Desa Kasegeran.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan dinas terkait untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Ia meminta agar desa-desa yang belum menerima Bantuab keuangan dan Bantuan Gubernur dapat diusulkan melalui anggaran perubahan.

Terkait KDMP, Gubernur menegaskan pentingnya pendampingan dan fleksibilitas pelaksanaan sesuai kondisi desa. Saat ini, dari 8.523 KDMP di Jawa Tengah, sekitar 74 persen telah beroperasi dengan total anggota sekitar 200 ribu orang.

Sementara untuk relokasi Puskesmas Cilongok II, Gubernur meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan koordinasi guna mengklarifikasi perbedaan kebijakan lokasi relokasi tersebut.

Berita terkait

Pegadaian Gandeng Media Perkuat Literasi Keuangan Emas hingga Pelosok Maluku

Pegadaian Gandeng Media Perkuat Literasi Keuangan Emas hingga Pelosok Maluku

Spektroom – PT Pegadaian kian memantapkan langkah memperluas edukasi keuangan berbasis emas kepada masyarakat dengan memperkuat kemitraan strategis bersama insan pers sebagai ujung tombak penyebaran informasi dan peningkatan literasi keuangan. Komitmen tersebut disampaikan Pratikno, Pemimpin Wilayah VI Makassar yang membawahi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, saat Media Gathering

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Kemenkop Gandeng Unpad Optimalisasi Kopdes Merah Putih Berbasis Generasi Muda

Kemenkop Gandeng Unpad Optimalisasi Kopdes Merah Putih Berbasis Generasi Muda

Spektroom - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) guna mengoptimalisasi operasional dan manfaat dari Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Hal tersebut, dipastikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dengan Universitas Padjajaran Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono yang juga sekaligus menjadi Ketua Umum IKA Unpad mengatakan kerja

Nurana Diah Dhayanti