Dapur MBG di Landak Disorot, Banyak Belum Miliki IPAL Layak

Dapur MBG di Landak Disorot, Banyak Belum Miliki IPAL Layak
Rakor khusus pembahasan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) limbah dapur MBG di Kabupaten Landak. (Foto: Sartiman)

Landak–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Landak bergerak cepat merespons persoalan pengelolaan limbah dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui dinas terkait, Pemkab Landak menggelar rapat koordinasi khusus membahas instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dapur SPPG di Ruang Besar Kantor Bupati Landak, Jumat (27/2/2026).

Rapat strategis ini dibuka langsung Wakil Bupati Landak, Erani, ST, MT dan dihadiri Sekda Landak Heri Adiwijaya, SE, jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup, SPPG Kabupaten Landak, mitra pelaksana hingga pemilik dapur MBG yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Dalam arahannya, Erani menegaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi anak sekolah, ibu hamil dan balita melalui pemenuhan gizi yang memadai.

Namun, menurutnya, pelaksanaan program tidak boleh hanya berfokus pada penyediaan menu makanan.

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kita tidak hanya berbicara soal menu apa yang disajikan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana proses pengolahan limbah dapur dilakukan secara benar melalui IPAL,” tegas Erani.

Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi lapangan, masih banyak dapur penyedia MBG di Kabupaten Landak yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah memadai.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan jika tidak segera dibenahi.

“Pembangunan dan penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur MBG sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan sekitar,” ujarnya.

Erani menjelaskan, limbah dapur seperti minyak dan lemak sisa pengolahan makanan harus dipisahkan dan diolah sebelum dibuang.

Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat mencemari tanah dan saluran air, menimbulkan bau tidak sedap, bahkan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.

“Jika minyak dan lemak tidak dikelola dengan baik, selain mencemari lingkungan, juga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan berdampak pada kesehatan,” katanya.

Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi forum edukasi bagi pengelola dapur MBG terkait pentingnya standar IPAL.

Pemerintah daerah mendorong agar seluruh dapur mitra segera menyesuaikan fasilitasnya dengan ketentuan teknis yang berlaku.

Pemkab Landak menargetkan penguatan sistem pengawasan serta pendampingan teknis agar operasional dapur MBG berjalan sejalan dengan prinsip kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Langkah ini dinilai krusial agar program peningkatan gizi masyarakat tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Berita terkait

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Landak- Spektroom – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Nurul Bustanul Jannah di Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, saat ratusan jamaah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui pengajian, Selasa (16/06/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan dengan pengamanan dari

Apolonius Welly, Buang Supeno
Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi. Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat

Wiza Andrita, Buang Supeno