Dari Antrean Haji Reguler, Cak Nur Bangun Gerakan ASN Batu Menyiapkan Perjalanan ke Baitullah

Dari Antrean Haji Reguler, Cak Nur Bangun Gerakan ASN Batu Menyiapkan Perjalanan ke Baitullah
Wali Kota Batu H. Nurochman menyampaikan pesan Jalan pintas menuju Tanah Suci (foto:buang).

Batu- Spektroom : Di tengah panjangnya daftar tunggu ibadah haji di Indonesia, Wali Kota Batu H. Nurochman memilih menyampaikan pesan yang berbeda.

Ia tidak menawarkan jalan pintas menuju Tanah Suci, melainkan mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) membangun budaya merencanakan ibadah haji sejak dini melalui Program Pemkot Batu Berhaji.


Pesan itu disampaikan dalam sosialisasi Program Pemkot Batu Berhaji di Masjid Brigjen Soegiyono, Senin (20/7/2026), hasil kolaborasi Pemerintah Kota Batu dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).


Berbeda dari banyak pejabat yang kerap berangkat melalui jalur khusus, Nurochman justru mengisahkan pengalamannya menjalani ibadah haji reguler bersama sang istri.

Ia merasakan sendiri panjangnya proses menunggu hingga akhirnya memperoleh kesempatan menjadi tamu Allah.


"Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan saya bahwa panggilan ke Baitullah membutuhkan ikhtiar, kesabaran, dan persiapan yang sungguh-sungguh," kata Nurochman.


Baginya, antrean haji bukan sekadar konsekuensi administrasi, tetapi proses pembelajaran tentang kesabaran dan keikhlasan. Selama di Tanah Suci, ia hidup berdampingan dengan jutaan jemaah dari berbagai negara tanpa membedakan status maupun jabatan.


Pengalaman itulah yang kemudian melahirkan gagasan Program Pemkot Batu Berhaji. Program ini dirancang bukan hanya sebagai fasilitas tabungan haji, tetapi juga gerakan membangun kesadaran bahwa ibadah haji harus dipersiapkan jauh sebelum nama masuk daftar keberangkatan.


Dengan masa tunggu haji yang kini mencapai puluhan tahun di sejumlah daerah, Nurochman menilai ASN harus memiliki budaya perencanaan keuangan yang sehat sekaligus kesiapan mental dan fisik.


Melalui kerja sama dengan BSI, para ASN diberikan kemudahan mengelola tabungan haji berbasis syariah. Namun, menurutnya, nilai terbesar program ini bukan terletak pada aspek finansial, melainkan perubahan cara pandang bahwa menyiapkan ibadah merupakan bagian dari tanggung jawab hidup.


Untuk memperkuat pesan tersebut, Pemkot Batu menghadirkan Ustaz Hilman Fauzi yang memberikan motivasi spiritual agar ASN tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan menjadikan setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk ibadah.


Bagi Nurochman, ASN tidak hanya dituntut sukses dalam karier birokrasi, tetapi juga memiliki target keberhasilan dalam kehidupan spiritual. Karena itu, Program Pemkot Batu Berhaji diharapkan menjadi gerakan yang menumbuhkan budaya disiplin, perencanaan, dan ketakwaan di lingkungan aparatur.


"Semangat kolaborasi antara Pemkot Batu, lembaga keuangan syariah, dan seluruh elemen masyarakat inilah yang menjadi bagian dari visi mBatu SAE, mewujudkan Kota Batu yang madani, sinergis, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Berita terkait

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Merdeka dengan Literasi Keuangan, 300 Perempuan Desa Paloan Belajar Menata Masa Depan

Landak - Spektroom : Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan perempuan di Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, memilih merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda. Sebanyak 300 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan yang digelar Yayasan Karya Dua Anyam (YKDA) bersama Pemerintah

Apolonius Welly, Buang Supeno
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Jember – Spektroom: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (18/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan air bersih ke-3 di wilayah Desa Kaliwining. Berdasarkan

Budi Sucahyono, Buang Supeno