Dari Bangunan Menua ke Harapan Baru, Kisah di Balik Kunjungan Gubernur

Dari Bangunan Menua ke Harapan Baru, Kisah di Balik Kunjungan Gubernur
Gubernur Kalbar Ria Nursan tinjau SMAN 1 Ketapang . (Foto: Spektroom)

Ketapang - Spektroom : Di pagi yang hangat Kota Ketapang, Bumi Kayung , suasana SMA Negeri 1 tampak sedikit berbeda.

Langkah kaki para siswa yang biasanya riuh kini bercampur dengan kehadiran tamu penting: Ria Norsan, yang datang meninjau langsung kondisi sekolah tertua di daerah itu.

Didampingi Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni.

Di balik senyum para siswa yang menyambut, tersimpan cerita tentang bangunan lama yang terus bertahan di tengah keterbatasan.

Dinding-dinding kelas yang mulai kusam, atap yang tampak menua, hingga sudut-sudut sekolah yang memerlukan sentuhan perbaikan, menjadi pemandangan yang tak luput dari perhatian. Namun di sisi lain, kehidupan sekolah tetap berjalan.

Di kantin sederhana, para siswa tampak menikmati program makan bergizi gratis sebuah upaya kecil yang memberi energi bagi mimpi-mimpi besar mereka.

Ria Norsan berjalan perlahan menyusuri lorong sekolah, sesekali berhenti memperhatikan detail bangunan.

Dirinya tidak hanya melihat fisik gedung, tetapi juga merasakan denyut aktivitas di dalamnya.

“Ini sekolah tertua di Ketapang, tapi kondisinya memang sudah memprihatinkan,” ujarnya Kamis (9/4/2026).

Bagi para siswa, kondisi bangunan mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun hari itu, harapan terasa sedikit lebih dekat.

Ada keyakinan bahwa suara mereka, meski tak selalu terdengar, kini mulai diperhatikan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, menurut Ria Norsan, berencana memasukkan renovasi sekolah ini ke dalam anggaran tahun 2027.

Rencana tersebut bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga penataan ulang agar lingkungan belajar menjadi lebih layak dan nyaman.

Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar siswa-siswi SMA Negeri 1 Ketapang tetap menyala.

Mereka duduk di bangku yang mungkin telah digunakan bertahun-tahun, belajar di ruang yang menyimpan sejarah panjang, sambil menatap masa depan yang mereka bangun sedikit demi sedikit.

Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar agenda kerja. Ia menjelma menjadi momen refleksi bahwa pendidikan tidak hanya soal kurikulum, tetapi juga ruang yang mendukung tumbuhnya harapan.

Bagi sekolah ini, yang telah lama berdiri dan menjadi saksi perjalanan banyak generasi, perhatian pemerintah menjadi secercah cahaya baru.

Dan bagi para siswa, harapan itu kini terasa lebih nyata: bahwa suatu hari nanti, mereka akan belajar di ruang yang tak hanya penuh cerita, tetapi juga layak untuk masa depan mereka.

Berita terkait

Dampingi Menpar di Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Jam Gadang dan Sejarah PDRI Mendunia

Dampingi Menpar di Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Jam Gadang dan Sejarah PDRI Mendunia

Bukittinggi-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan posisi penting Kota Bukittinggi dalam sejarah bangsa saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, di Bukittinggi, Rabu (29/4/2026). Menurut Mahyeldi, Bukittinggi bukan sekadar kota wisata, tetapi salah satu pusat sejarah paling penting dalam perjalanan Republik Indonesia, terutama sebagai

Rafles