Waspada Panas Ekstrem Di Tanah Suci Dan Kenali Gejala Heat Stroke

Waspada Panas Ekstrem Di Tanah Suci Dan Kenali Gejala Heat Stroke
CJH Depok mendapat pengarahan tentang kesehatan selama di tanah suci dari Kepala Dinas Kesehatan, Devi Mayora. (Foto: Asmari/Spektroom)

Depok-Spektroom : Calon jemaah haji (CJH) diingatkan untuk mengenal gejala heat stroke saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Cuaca panas ekstrem berpotensi memicu gangguan kesehatan serius jika tidak diantisipasi sejak dini. Heat stroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis hingga mencapai 40 derajat. Kondisi ini dapat membahayakan jika tidak segera di tangani dengan cepat.

"Pemahaman terhadap gejala heat stroke menjadi hal penting bagi calon jemaah haji agar dapat mengantipasi hal tersebut. Calon jemaah haji perlu mengenali tanda tanda heat stroke seperti pusing, sakit kepala hingga kulit yang memerah dan kering," ujar Kepada Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Maryori, Rabu (29/4/2026)

Dikatakan gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain tidak berkeringat meskipun suhu tubuh tinggi, mual dan muntah serta jantung berdebar kencang. Tanda lain berubah kelemahan otot, kram hingga perubahan perilaku seperti kebingungan, gelisah dan mudah marah.

"Pada kondisi yang lebih berat, heat stroke dapat menyebabkan kejang bahkan pingsan. Jika, mengalami hal tersebut segera cari pertolongan medis dan hindari paparan panas berlebihan agar kondisi tidak semakin parah," jelas Devi Maryori.

Devi Maryori juga mengingatkan agar Calon Jemaah Haji untuk selalu menjaga kondisi tubuh dengan cukup minum, beristirahat menggunakan alat pelindung diri serta mengikuti anjuran petugas kesehatan selama menjalankan ibadah.

"Dengan mengenal gejala sejak dini Calon Jemaah Haji dapat mencegah dampak serius heat stroke dan tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar " harap Devi Maryori.

Berita terkait

Dampingi Menpar di Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Jam Gadang dan Sejarah PDRI Mendunia

Dampingi Menpar di Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Jam Gadang dan Sejarah PDRI Mendunia

Bukittinggi-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan posisi penting Kota Bukittinggi dalam sejarah bangsa saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, di Bukittinggi, Rabu (29/4/2026). Menurut Mahyeldi, Bukittinggi bukan sekadar kota wisata, tetapi salah satu pusat sejarah paling penting dalam perjalanan Republik Indonesia, terutama sebagai

Rafles