Dari Dapur Pelatihan, Menyemai Harapan Wirausaha Baru

Dari Dapur Pelatihan, Menyemai Harapan Wirausaha Baru
Pelatihan Hard Skill Kewirausahaan bertajuk Penumbuhan Wirausaha Baru Komoditas Makanan di RPTRA Taman Gajah, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. (Foto: IIS/Spektroom).

Jakarta-Spektroom : Aroma makanan yang baru selesai diolah memenuhi area RPTRA Taman Gajah, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Di tempat itu, puluhan warga tampak serius mengikuti setiap tahapan pembuatan makanan.

Bukan sekadar belajar memasak, mereka sedang menyiapkan bekal untuk membuka peluang usaha. Suasana tersebut terlihat dalam Pelatihan Hard Skill Kewirausahaan bertajuk Penumbuhan Wirausaha Baru Komoditas Makanan yang digelar Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan.

Selama dua hari, sebanyak 60 peserta dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan mengikuti pelatihan. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan cara membuat chikuro dan tahu isi daging.

Dengan bimbingan Chef Kuswan dan Chef Novi Olivia dari Olivia Baking Course, peserta diajak mengenal teknik pengolahan makanan yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Kepala Sudin PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mendorong masyarakat memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.

"Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru, khususnya di bidang usaha makanan," ujar Rizky, Selasa (1/9/2026) sore.

Namun, menurut Rizky, kemampuan membuat produk saja belum cukup. Di tengah perkembangan teknologi, pelaku usaha juga perlu mampu memperkenalkan produknya kepada calon konsumen.
Karena itu, peserta didorong memanfaatkan media digital sebagai bagian dari strategi pemasaran. Hal sederhana seperti membuat konten, memperlihatkan proses produksi, hingga menonjolkan keunikan produk dapat menjadi cara untuk membangun branding.

Produk yang lezat, kata Rizky, perlu dikemas dan diperkenalkan dengan baik agar semakin mudah dikenal masyarakat.

"Peserta tidak hanya fokus pada kemampuan membuat produk, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital untuk membangun branding usaha," katanya.

Bagi peserta, pelatihan ini menjadi kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru. Salah satunya Hamidah, yang mengaku tertarik dengan materi pembuatan chikuro.

Menurutnya, makanan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan karena cukup diminati masyarakat. Ia pun berencana membawa ilmu yang didapat dari pelatihan ke rumah. Resep yang dipelajari akan kembali dipraktikkan hingga menemukan rasa dan bentuk produk yang benar-benar siap dijual.

"Nanti mau coba lagi saya buat di rumah. Kalau rasanya sudah sempurna, saya akan jual untuk menambahkan produk makanan yang sudah ada," ungkapnya.

Dari sebuah pelatihan sederhana, langkah kecil pun mulai disiapkan. Bagi para peserta, keterampilan yang diperoleh bukan hanya tentang bagaimana membuat makanan, tetapi juga bagaimana mengubahnya menjadi peluang.

Harapannya, produk yang lahir dari dapur-dapur rumah warga nantinya mampu berkembang menjadi usaha yang memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Pesan Rizky pun sederhana: ilmu yang diperoleh jangan berhenti di ruang pelatihan. Pengetahuan tersebut perlu dipraktikkan, dikembangkan, dan dipasarkan.

"Para peserta dapat mengimplementasikannya dengan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan produk unggulan," tandasnya.

Berita terkait

Tantangan RRI di Era Disrupsi, Bangun Jaringan dengan Komunitas Kreator Konten

Tantangan RRI di Era Disrupsi, Bangun Jaringan dengan Komunitas Kreator Konten

Jakarta-Spektroom: Menghadapi perkembangan teknologi digital dan semakin masifnya produksi konten di berbagai platform, Radio Republik Indonesia (RRI) didorong untuk memperkuat jejaring dengan komunitas kreator konten di seluruh Indonesia. Direktur Program dan Produksi RRI, Mistam ABZ, mengatakan perkembangan ekosistem digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi RRI untuk memperluas jangkauan pendengar, terutama

Harianto Adi, Bian Pamungkas
Kramat Jati Berbenah, 614 Pedagang Menatap Ruang Usaha Baru

Kramat Jati Berbenah, 614 Pedagang Menatap Ruang Usaha Baru

Jakarta-Spektroom : Suasana perdagangan di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, perlahan berubah. Aktivitas yang selama puluhan tahun memenuhi sejumlah ruas jalan dan ruang publik kini mulai diarahkan ke lokasi-lokasi yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Bagi para pedagang, perubahan ini bukan sekadar perpindahan tempat berjualan. Setelah bertahun-tahun menggantungkan hidup

Irvan Idris Saleh, Rafles
Petugas Bandara Pattimura Ambon Sita 1 Kg Paket Ganja dari Medan Tujuan Maluku Utara

Petugas Bandara Pattimura Ambon Sita 1 Kg Paket Ganja dari Medan Tujuan Maluku Utara

Ambon-Spektroom : Pengiriman satu kilogram ganja dari Medan, Sumatera Utara, menuju Maluku Utara berhasil digagalkan petugas di Terminal Kargo Bandara Internasional Pattimura Ambon. Paket narkotika tersebut terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray oleh Junior Aviation Security (Avsec), Yoris R. Buranda, di area Terminal Kargo PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) Cabang

Eva Moenandar, Rafles