Dari Jalanan Hingga Rumah Aman, Yayasan Bels Cahaya Bangsa Hadir Membantu Sesama
Jakarta -Spektroom : Yayasan Bels Cahaya Bangsa terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial dan pendampingan kemanusiaan.
Yayasan yang berbasis di Jakarta tersebut aktif melakukan berbagai kegiatan sosial, mulai dari kunjungan ke panti asuhan, pemberdayaan masyarakat, hingga perlindungan perempuan dan lansia terlantar.
Ketua Yayasan Bels Cahaya Bangsa, Belia Sahara, mengatakan bahwa yayasan yang dipimpinnya lahir dari semangat membantu sesama tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Menurut Belia Sahara, kegiatan sosial bukan sekadar program formal yayasan, melainkan panggilan hati untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan hidup. Ia menilai masih banyak warga yang membutuhkan perhatian, terutama perempuan, anak-anak, dan lansia yang hidup dalam kondisi rentan.
“Kami ingin hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi masalah hidup,” kata Belia Sahara.
Belia Sahara menjelaskan bahwa dirinya telah lama melakukan aksi sosial sebelum akhirnya mendirikan yayasan secara resmi. Legalitas yayasan, menurutnya, menjadi langkah untuk memperluas manfaat dan memperkuat gerakan sosial yang selama ini dijalankan secara mandiri.

“Kalau saya pribadi membantu sesama sudah dari lama, namun saya legalkan dengan adanya yayasan ini yang baru saja berdiri satu bulan. Biayanya sendiri tidak mendapat support dari siapa pun. Yang sudah kami bantu banyak sekali,” ujarnya.
Yayasan Bels Cahaya Bangsa fokus menjalankan kegiatan di bidang pengembangan sumber daya manusia, pendidikan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, yayasan tersebut juga aktif melakukan aksi berbagi bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
Dalam beberapa kasus sosial yang membutuhkan perhatian khusus, Yayasan Bels Cahaya Bangsa turut memberikan pendampingan terhadap perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan.

Yayasan itu juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan advokasi dan rumah aman bagi korban yang membutuhkan perlindungan. Belia Sahara menegaskan bahwa korban kekerasan dan masyarakat yang mengalami persoalan sosial membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Ia menilai banyak korban merasa takut dan kehilangan tempat untuk bercerita.
“Kadang mereka hanya butuh didengar dan ditemani. Dari situ kami berusaha membantu mereka bangkit kembali,” tutur Belia Sahara.
Selain menangani kasus pendampingan perempuan, Yayasan Bels Cahaya Bangsa juga melakukan aksi kemanusiaan terhadap masyarakat terlantar. Salah satu aksi sosial yang dilakukan yayasan adalah membantu Pak Rastam, seorang orang tua renta di Bogor yang hidup dalam keterbatasan.

Tim yayasan mendatangi dan memberikan bantuan kepada Pak Rastam sebagai bentuk kepedulian terhadap lansia yang membutuhkan perhatian sosial. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam membantu masyarakat kecil yang kerap luput dari perhatian.
Tidak hanya itu, tim Yayasan Bels Cahaya Bangsa juga pernah melakukan evakuasi terhadap seorang kakek yang lupa alamat rumahnya sendiri. Tim yayasan kemudian mendampingi lansia tersebut hingga berhasil diantarkan kembali ke keluarganya.
Menurut Belia Sahara, aksi-aksi kecil seperti membantu lansia terlantar atau mendampingi korban kekerasan menjadi bentuk nyata bahwa kepedulian sosial masih harus terus dijaga di tengah kehidupan masyarakat modern.

“Kami percaya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan bisa menjadi harapan besar bagi orang lain,” ucapnya.
Berbagai kegiatan sosial tersebut menunjukkan bahwa Yayasan Bels Cahaya Bangsa tidak hanya bergerak dalam kegiatan seremonial, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat yang menghadapi persoalan sosial di lapangan.
Melalui berbagai aksi kemanusiaan itu, Yayasan Bels Cahaya Bangsa berharap dapat menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat serta menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan bantuan dan pendampingan.