Dari Kamera hingga Berita, Jurnalastra SMAN 1 Bandar Cetak Bibit Jurnalis Muda
Batang- Spektroom: Kamera di tangan, ide mengalir, lalu berubah menjadi foto, video hingga berita. Begitulah aktivitas para siswa SMA Negeri 1 Bandar, Kabupaten Batang, yang tergabung dalam ekstrakurikuler Jurnalastra.
Di ruang kegiatan, para siswa tidak sekadar duduk mendengarkan teori. Mereka belajar memotret, mengambil gambar video, mendesain, melakukan editing hingga menulis berita. Semua proses itu menjadi bagian dari pembelajaran jurnalistik yang dikemas secara praktik.
Jurnalastra menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal lebih dekat dunia jurnalistik dan sastra. Para siswa juga dilatih bekerja dalam tim dengan pembagian tugas sesuai minat dan kemampuannya.
Ketua Jurnalastra, Whisnu Dwi Putranto, mengatakan kegiatan tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan sekaligus belajar bekerja sama dan bertanggung jawab.
“Tujuan utama Jurnalastra adalah menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik, menulis, fotografi, desain, editing, dan pembuatan konten,” ujarnya.
Dalam praktiknya, anggota Jurnalastra memiliki tugas masing-masing. Ada yang berperan sebagai penulis dan reporter, fotografer, videografer, editor hingga pengelola media sosial dan publikasi.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dan diskusi, kemudian dilanjutkan praktik, pembagian tugas liputan serta evaluasi terhadap karya yang dihasilkan.
Tidak hanya memproduksi berita dan artikel, para siswa juga menjadi bagian dari tim dokumentasi berbagai kegiatan sekolah. Mereka membuat dan mengedit video, mengelola konten media sosial hingga menyusun Buletin Pakis.
Menurut Whisnu, berbagai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar menghasilkan karya yang dapat dinikmati sekaligus memberikan informasi kepada warga sekolah.
“Saya berharap Jurnalastra dapat semakin aktif, kreatif, dan berkembang sebagai media informasi serta wadah pengembangan bakat siswa di SMA Negeri 1 Bandar,” ungkapnya.
Belajar Jurnalistik dari Lapangan
Pembelajaran Jurnalastra semakin menarik dengan hadirnya Pelatih Jurnalastra, Heri Kisyanto, yang juga merupakan staf peliputan Diskominfo Batang.
Berbekal pengalaman sekitar 19 tahun di dunia kepenyiaran dan kejurnalistikan, Heri memberikan pembekalan kepada siswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung.
Menurut Heri, praktik menjadi bagian penting dalam pembelajaran jurnalistik. Siswa perlu dibiasakan melakukan peliputan, wawancara, menulis berita hingga mencoba menjadi reporter atau pembawa berita.
“Perlu banyak praktik, bukan hanya teori, misalnya memberikan contoh peliputan, praktik meliput kegiatan, dan mengolahnya di tempat sehingga melatih kepekaan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengolah hasil liputan,” ujarnya.
Ia mengatakan lingkungan sekolah sebenarnya menyediakan banyak bahan yang dapat diolah menjadi karya jurnalistik. Berbagai aktivitas siswa, guru maupun kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi objek liputan.
“Tentu sangat menarik, sebagai anggota Jurnalastra bisa menyelami semua kegiatan ekstrakurikuler untuk diolah menjadi karya jurnalistik,” ungkapnya.
Melalui Jurnalastra, siswa SMA Negeri 1 Bandar mendapat ruang untuk mengasah kemampuan menulis, fotografi, videografi, desain dan editing sekaligus belajar memahami proses kerja jurnalistik.
Dari kamera yang diarahkan pada sebuah kegiatan, wawancara yang dilakukan di lapangan hingga tulisan yang akhirnya dipublikasikan, para siswa belajar bahwa setiap aktivitas di sekolah dapat menjadi cerita yang bernilai informasi.
Jurnalastra pun menjadi salah satu ruang tumbuh bagi kreativitas siswa untuk menghasilkan karya sekaligus mendokumentasikan denyut aktivitas SMA Negeri 1 Bandar.