Dari Kearifan Dayak ke Panggung Nasional, Mahasiswa UIN Palangka Raya Sabet Juara II LKTI 2026
Palangka Raya-Spektroom : Gagasan berbasis adat lokal kembali membuktikan daya saingnya. Muhammad Anggi, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah UIN Palangka Raya, sukses meraih Juara II pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Fordeknas PTKIN 2026 di UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Senin (27/04/2026), dengan risetnya yang mengangkat konsep “jipen” dalam perspektif hukum modern.
Capaian ini bukan sekadar podium. Anggi menembus ketatnya seleksi nasional, bersaing dengan peserta dari berbagai PTKIN se-Indonesia hingga babak final. Ajang ini dikenal sebagai ruang adu gagasan mahasiswa hukum dan syariah paling kompetitif, sekaligus barometer kualitas riset kampus keagamaan.
Lewat karya berjudul “Jipen sebagai Instrumen Gender Equality: Resonansi Adat Dayak dalam Syariah dan Hukum Nasional”, ia menawarkan pendekatan yang tidak biasa. Anggi memadukan hukum adat Dayak dengan prinsip syariah dan hukum nasional untuk memperkuat isu kesetaraan gender berbasis kearifan lokal.
Pendekatan ini dinilai segar bukan hanya normatif, tapi juga kontekstual. “Jipen” yang selama ini hidup dalam tradisi Dayak, berhasil diterjemahkan sebagai nilai yang relevan dalam diskursus hukum modern.

Dekan Fakultas Syariah UIN Palangka Raya, Dr. Syarifuddin, M.Ag menegaskan capaian ini mencerminkan kualitas akademik mahasiswa yang semakin matang.
“Ini bukan sekadar prestasi lomba, tapi bukti bahwa mahasiswa kita mampu mengolah kearifan lokal menjadi gagasan ilmiah yang relevan di tingkat nasional,” ujarnya.
Prestasi ini jadi sinyal jelas, kearifan lokal bukan bahan pinggiran, tapi sumber gagasan kuat untuk menjawab isu-isu besar. Tinggal siapa yang berani mengolahnya dan Anggi sudah membuktikan itu. (Polin-Citra)