Sujiwo Targetkan Rumah Betang Lingga Jadi Cagar Budaya dan Ruang Publik

Sujiwo Targetkan Rumah Betang Lingga Jadi Cagar Budaya dan Ruang Publik
Bupati Sujiwo dan wakil gubernur Krisantus saat meninjau Pameran kontingen Naik Dango. Foto: Apolo/Spektroom

Kubu Raya - Spektroom — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmennya untuk mengangkat Rumah Betang Lingga sebagai cagar budaya sekaligus destinasi wisata unggulan dan ruang publik bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikannya usai Pembukaan Naik Dango ke-41 Tahun 2026 di Rumah adat Betang Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Senin (27/04/2026).

Rumah adat Betang Lingga kecamatan Sungai Ambawang Kubu Raya. Foto: Apolo/Spektroom

Menurut Sujiwo, rumah betang yang berdiri sejak 2002 tersebut bukan sekadar bangunan tradisional, melainkan simbol identitas dan kekayaan budaya masyarakat Dayak yang memiliki nilai historis tinggi.

“Rumah betang ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Dayak, tapi ke depan akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kubu Raya.

Karena itu, saya berkomitmen menjadikannya sebagai cagar budaya, sekaligus destinasi wisata dan ruang publik,” ujar Sujiwo.

Ia mengungkapkan, perhatian terhadap Rumah Betang Lingga bukan hal baru.

Sejak awal pembangunannya lebih dari dua dekade lalu, dirinya telah mengikuti perkembangan kondisi bangunan tersebut.

Dari hasil pemantauan itu, Sujiwo menilai rumah betang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas budaya sekaligus daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

Namun demikian, ia mengakui bahwa sejumlah pembenahan masih diperlukan, baik dari sisi infrastruktur bangunan maupun penataan kawasan di sekitarnya.

Pemerintah daerah, kata dia, akan melakukan peningkatan secara bertahap agar Rumah Betang Lingga memenuhi standar sebagai objek wisata yang representatif.

“Kita akan sempurnakan secara bertahap. Tidak hanya bangunannya, tetapi juga kawasan pendukungnya, agar benar-benar layak menjadi destinasi yang bisa dikunjungi masyarakat luas,” katanya.

Di tengah kondisi fiskal daerah yang diakuinya belum sepenuhnya stabil, Sujiwo tetap optimistis rencana pengembangan tersebut dapat direalisasikan.

Ia menargetkan peningkatan kualitas Rumah Betang Lingga bisa mulai terlihat signifikan pada tahun mendatang.

“Memang kondisi keuangan daerah saat ini tidak dalam posisi ideal, tetapi kita tetap optimistis.

Tahun depan kita harapkan peningkatan kondisi rumah betang ini bisa dituntaskan secara bertahap,” ujarnya.

Pengembangan Rumah Betang Lingga sebagai cagar budaya dan destinasi wisata diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya Dayak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan aktivitas masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi

Berita terkait