Dari Madrasah ke Panggung Dunia, Dua Siswa MTsN 2 Pontianak Persembahkan Emas untuk Indonesia
Pontianak-Spektroom : Di usia remaja, ketika banyak pelajar masih sibuk mengejar prestasi di ruang kelas, Riyadh Arkaan Ziqri dan Ruby Annisa Ramadhani Akbar justru mengibarkan Merah Putih di panggung internasional. Dua siswa MTs Negeri 2 Pontianak itu sukses meraih medali emas pada MBW International Taekwondo Championship 2026 di Malaysia, membuktikan bahwa tekad, disiplin, dan kerja keras mampu mengantarkan pelajar Indonesia bersaing di level internasional.
Dua prestasi membanggakan ditorehkan MTs Negeri 2 Pontianak. Dalam kejuaraan MBW International Taekwondo Championship yang berlangsung di Malaysia pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, dua siswanya tampil sebagai juara di tengah persaingan atlet dari 18 negara.
Riyadh Arkaan Ziqri berhasil meraih medali emas pada kategori Kyorugi Class A Putra usia 15–17 tahun. Penampilan penuh percaya diri, strategi yang matang, dan semangat pantang menyerah mengantarkannya berdiri di podium tertinggi.

Prestasi serupa diraih Ruby Annisa Ramadhani Akbar yang menyabet medali emas pada nomor Poomsae Putri usia 15–17 tahun. Gerakan yang presisi, teknik yang matang, serta penampilan yang tenang membuatnya unggul atas para pesaing dari berbagai negara.
Keberhasilan keduanya menjadi bukti bahwa pelajar madrasah tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas di arena olahraga internasional.
Kepala MTs Negeri 2 Pontianak, Edi Setiawan, mengapresiasi pencapaian Riyadh dan Ruby. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari latihan yang konsisten, kedisiplinan, serta dukungan orang tua, pelatih, dan madrasah.
"Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri, berani bermimpi besar, dan membuktikan bahwa pelajar madrasah mampu bersaing di tingkat internasional," ujarnya kepada Spektroom Senin, (3/8/2026).
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen MTs Negeri 2 Pontianak dalam membina bakat dan minat peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Lebih dari sekadar dua medali emas, kemenangan Riyadh dan Ruby menjadi inspirasi bahwa pendidikan, karakter, dan ketekunan dapat berjalan beriringan dalam mencetak generasi muda yang membanggakan Indonesia di mata dunia. (Polin-Andi AP)