Dari Pengalaman di Rumah, Guru MAN IC Palangka Raya Lahirkan Buku tentang Pendidikan Anak
Palangka Raya-Spektroom : Pendidikan anak ternyata tidak selalu bermula dari ruang kelas. Bagi Ahmad Riyadh Maulidi, M.Pd., guru Akidah Akhlak dan Riset MAN Insan Cendekia (MAN IC) Kota Palangka Raya, pendidikan justru berawal dari rumah, dari keteladanan, kasih sayang, doa, dan pengalaman bersama orang tua.
Gagasan tersebut kemudian dituangkannya dalam buku Madrasah Kecil di Rumah Kita, yang mengajak para orang tua melihat kembali rumah sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, HM Yusi Abdhian, mengapresiasi produktivitas guru dalam menghasilkan karya tulis. Ia berharap budaya menulis di lingkungan madrasah tidak hanya berhenti pada guru, tetapi juga ditularkan kepada peserta didik.
“Ini adalah kegiatan yang sangat baik dan perlu terus dilanjutkan. Kita berharap budaya menulis di lingkungan madrasah tidak hanya berhenti pada guru, tetapi juga dapat ditularkan kepada para siswa. Karena itu, madrasah harus terus mendorong lahirnya murid-murid peneliti dan penulis, sehingga budaya akademik dan literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan dari guru kepada peserta didik,” ungkapnya, Senin (28/9/2026).
Buku setebal 127 halaman yang diterbitkan Harfa Creative Bandung pada Juni 2026 tersebut menjadi buku keempat Ahmad Riyadh. Karya itu memiliki ISBN 978-623-184-690-7 dan terdiri atas delapan bab yang merefleksikan peran rumah dan orang tua dalam pendidikan anak.
Bagi Ahmad Riyadh, rumah tidak harus identik dengan kemewahan untuk menjadi tempat pendidikan yang baik. Kehadiran iman, doa, zikir, keteladanan, dan kasih sayang menjadi bagian penting dalam membentuk anak agar tumbuh menjadi pribadi beriman, berakhlak, dan berilmu.

Gagasan itu juga berangkat dari pengalaman pendidikan yang dijalaninya bersama orang tua. Pengalaman tersebut kemudian direfleksikan melalui tulisan dan dihadirkan sebagai ajakan kepada para orang tua untuk menyadari bahwa keluarga memiliki peran besar dalam membentuk masa depan anak.
Buku tersebut semakin istimewa karena mendapat pengantar dari Kakanwil Kemenag Kalteng, HM Yusi Abdhian. Pada hari yang sama, Ahmad Riyadh menyerahkan langsung buku tersebut kepada Kakanwil sebagai bentuk apresiasi sekaligus dokumentasi atas karya yang telah diterbitkannya.
Selain kepada Kakanwil, buku tersebut juga diserahkan kepada Dr. H. Amruddin, S.Ag., M.Pd., selaku Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Plt. Kepala MAN IC Kota Palangka Raya, Fahmi Ali, M.Pd., mengapresiasi terbitnya buku keempat Ahmad Riyadh.
“Kami tentu sangat mengapresiasi terbitnya buku Madrasah Kecil di Rumah Kita. Ini menunjukkan bahwa guru terus mengembangkan kapasitas diri melalui kegiatan membaca, merefleksikan pengalaman, meneliti, dan menulis,” ujarnya.
Ia menilai gagasan rumah sebagai madrasah kecil memiliki relevansi kuat dengan pendidikan di madrasah, karena sekolah pada dasarnya melanjutkan fondasi yang telah dibangun keluarga. (Polin-Maturidi)