Dari Sawah Berasap ke Lahan Cerdas: Ketika Listrik Mengubah Cara Petani Kedungwaru Bertani

Dari Sawah Berasap ke Lahan Cerdas: Ketika Listrik Mengubah Cara Petani Kedungwaru Bertani
PLN hadirkan pertanian pintar berbasis listrik di Kedungwaru, Kebumen. (Foto : Dok PT PLN (Persero) UID Jawa Tengah).

Kebumen-Spektroom: Pagi di Desa Kedungwaru, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, kini tak lagi diiringi deru mesin diesel yang memekakkan telinga. Tak ada lagi kepulan asap yang menggantung di atas petak-petak sawah. Yang tersisa hanyalah gemericik air yang mengalir stabil—tenang, namun penuh makna perubahan.

Dulu, mengairi sawah adalah keputusan besar bagi para petani. Biaya bahan bakar yang tinggi membuat mereka harus berhitung cermat. Sekali musim tanam, ongkos pengairan bisa menembus Rp11 juta.

Tak jarang, keraguan muncul sebelum mesin dinyalakan—apakah hasil panen akan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan?
Kini, keraguan itu perlahan sirna.

Sejak Agustus 2025, PT PLN (Persero) UID Jawa Tengah menghadirkan Kawasan Pertanian Pintar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini membawa perubahan nyata lewat penerapan electrifying lifestyle di lahan seluas 25 hektare yang digarap sekitar 210 petani.

Perubahan paling terasa datang dari sistem pengairan. Pompa berbasis listrik menggantikan mesin diesel, menghadirkan efisiensi yang sebelumnya sulit dibayangkan. Bagi para petani, ini bukan sekadar pergantian alat, melainkan perubahan cara berpikir.

“Sekarang tinggal tekan sakelar, air langsung mengalir. Tidak perlu lagi memikirkan mahalnya bahan bakar,” tutur Akhmad Fakhrudin, Ketua Gapoktan Sidoluhur.

Efisiensi tak berhenti di situ. Biaya pembukaan lahan yang sebelumnya mencapai Rp900 ribu kini turun hampir setengahnya. Penghematan ini memberi ruang bagi petani untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas tanam dan hasil panen.

Namun, yang membuat Kedungwaru melangkah lebih jauh adalah sentuhan teknologi. Sistem pompa listrik yang dilengkapi Internet of Things (IoT) memungkinkan petani mengatur jadwal pengairan secara lebih presisi. Air digunakan secukupnya, waktu dimanfaatkan sebaik mungkin.

Di tengah perubahan itu, lingkungan pun ikut bernapas lega. Tanpa diesel, emisi berkurang. Udara di sekitar sawah menjadi lebih bersih, menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi manusia maupun tanaman.

Camat Karangsambung, Siti Nuriatun Faoziyah, melihat transformasi ini sebagai langkah penting menuju pertanian yang berkelanjutan. Efisiensi biaya berjalan beriringan dengan kepedulian lingkungan.

Bagi PLN, perubahan di Kedungwaru adalah gambaran nyata dari makna electrifying lifestyle. Listrik tidak lagi sekadar kebutuhan dasar, tetapi menjadi penggerak produktivitas dan kesejahteraan.

Program ini juga membawa pesan yang lebih luas: bahwa kehadiran listrik hingga ke pelosok dapat membuka peluang baru. Sawah yang dulu bergantung pada keterbatasan kini memiliki kesempatan untuk berproduksi lebih optimal, bahkan hingga dua sampai tiga kali panen dalam setahun.

Di balik angka-angka efisiensi dan teknologi, ada hal yang lebih sederhana namun mendalam—rasa tenang. Petani kini tak lagi dihantui biaya tinggi dan ketidak pastian.

Mereka menatap musim tanam dengan keyakinan baru.
Di Kedungwaru, listrik tak hanya menyalakan pompa. Ia menyalakan harapan. (Kar).

Berita terkait

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Ambon-Spektroom : Kodam XV/Pattimura kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui penanaman pohon sukun secara masif. Kegiatan Launching Penanaman Sejuta Pohon Sukun ini digelar di kawasan Bukit Paralayang, Ambon, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan penanaman ini dilaksanakan serentak di jajaran Kodam XV/Pattimura. Acara

Eva Moenandar, Julianto
Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
ссс