Darurat Air Bersih! 40 KK di Jember Bergantung pada 5.000 Liter Bantuan BPBD

Darurat Air Bersih! 40 KK di Jember Bergantung pada 5.000 Liter Bantuan BPBD
Sumur mengering dampak kemarau, BPBD Jember salurkan bantuan air bersih, Selasa (01/09/2026) (Foto BPBD Jember)

Jember – Spektroom: Krisis air bersih semakin membebani warga RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejak Juli 2026, sumur-sumur warga mengering hingga puluhan keluarga harus bergantung pada pasokan air dari pemerintah.

Kondisi tersebut kembali direspons Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dengan menyalurkan 5.000 liter air bersih, Selasa (1/9/2026).

Air bersih itu didistribusikan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember ke tandon yang telah disiapkan masyarakat. Bantuan tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.

Penyaluran kali ini menjadi distribusi air bersih keenam yang dilakukan BPBD Jember di wilayah tersebut. Intensitas distribusi yang berulang menunjukkan persoalan kekeringan belum sepenuhnya teratasi dan kebutuhan air warga masih tinggi.

Warga mulai merasakan dampak kekeringan sejak Juli. Sumur-sumur dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter perlahan kehilangan air. Padahal, sumur tersebut selama ini menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kondisi semakin sulit karena sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.

Warga pun terpaksa mencari sumber air alternatif. Untuk menampung bantuan pemerintah, masyarakat menyediakan satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter milik Ketua RT.

Tandon tersebut kini menjadi salah satu tumpuan warga setiap kali pasokan air bersih tiba.

Sumur mengering, BPBD Jember salurkan bantuan air bersih (Foto BPBD Jember)

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama sumber air warga belum kembali normal.

“Distribusi ini merupakan bagian dari penanganan terhadap warga yang terdampak kekeringan. Kami berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama selama sumber air warga belum kembali normal,” ujar Edy.

Menurut Edy, penyaluran air dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan hasil pemantauan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Keberadaan tandon yang disiapkan warga juga dinilai membantu proses distribusi. Air yang dikirim BPBD dapat langsung ditampung dan dimanfaatkan secara bersama-sama oleh masyarakat terdampak.

BPBD Jember mengingatkan warga agar tidak menggunakan air bantuan secara berlebihan. Air diprioritaskan untuk kebutuhan mendasar sehari-hari.

“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan menjaga kebersihan tempat penampungan,” katanya.

Edy juga meminta warga segera berkoordinasi dengan perangkat kelurahan maupun pihak terkait apabila kekeringan meluas atau kebutuhan air semakin meningkat.

“Apabila kondisi kekeringan semakin meluas, segera berkoordinasi dengan perangkat kelurahan maupun pihak terkait agar dapat dilakukan langkah penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Bagi 40 KK di Tegal Gede, persoalan air bukan sekadar soal berkurangnya debit sumur. Ketika sumber air mengering, kebutuhan paling mendasar untuk memasak, mencuci dan memenuhi keperluan rumah tangga ikut terancam.

Kini, 5.000 liter air bantuan kembali menjadi penyangga kehidupan warga, setidaknya sampai hujan turun dan sumur-sumur mereka kembali terisi.

Berita terkait

Dari Solo untuk Generasi Digital, Kearifan Nusantara Didorong Masuk Kurikulum Sekolah

Dari Solo untuk Generasi Digital, Kearifan Nusantara Didorong Masuk Kurikulum Sekolah

Surakarta – Spektroom: Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Pemerintah Kota Surakarta ingin memastikan generasi mudanya tidak kehilangan pijakan. Kemajuan zaman dinilai perlu berjalan beriringan dengan karakter dan nilai-nilai budaya yang telah hidup di tengah masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Surakarta mendorong nilai-nilai kearifan Nusantara untuk semakin hadir

Ciptati Handayani, Buang Supeno