Datang untuk Olahraga, Edy Pulang Membawa Catatan Kesehatan

Datang untuk Olahraga, Edy Pulang Membawa Catatan Kesehatan
Pecinta olah raga pagi antosias memeriksakan kesehatan mereka secara gratis Polwan dan tenaga medis yang ramah. (Foto : Dok. Humas Polda Jateng)

Semarang – Spektroom : Pagi itu Edy (67) datang ke Lapangan Sidodadi, Kota Semarang, seperti biasanya. Ia ingin berolahraga dan menjaga tubuh agar tetap bugar di usia senja.

Namun Jumat (11/9/2026) pagi itu sedikit berbeda. Di sela aktivitas olahraga, Edy memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Biddokkes Polda Jawa Tengah bersama RS Bhayangkara Kota Semarang.

Ia menjalani pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Hasilnya cukup melegakan sekaligus menjadi pengingat. Tekanan darahnya masih dalam kondisi aman, tetapi kadar gula darahnya terpantau agak tinggi.

“Tadi saya cek tensi dan gula darah. Tensi aman, tapi gula agak tinggi dan diberi obat gratis,” kata Edy.

Bukan hanya pemeriksaan, Edy juga mendapat kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter. Ia memperoleh sejumlah saran mengenai cara menjaga kesehatan dan kebugaran di usia 67 tahun.

Baginya, kesempatan seperti ini penting. Sebab, memeriksakan kesehatan sering kali baru dilakukan ketika tubuh sudah merasakan keluhan.

“Pelayanannya sangat bagus dan informatif. Saya juga diberi berbagai saran dan tips untuk menjaga kesehatan dan kebugaran di usia saya yang sekarang 67 tahun,” ujarnya.

Pengalaman Edy menjadi gambaran kecil dari antusiasme warga yang memanfaatkan layanan tersebut. Sejak pukul 06.30 WIB, warga yang datang berolahraga bersama keluarga maupun komunitas mulai mendatangi meja pemeriksaan.

Hingga pukul 08.30 WIB, sedikitnya 150 warga telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Mereka dapat mengecek tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat, sekaligus memperoleh obat serta vitamin secara gratis bila diperlukan.

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Widjanarko mengatakan, kegiatan tersebut memang dirancang untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan rutin sekitar satu hingga dua kali setiap bulan dengan lokasi yang menyesuaikan aktivitas warga. Selain lapangan olahraga, layanan juga menyasar pondok pesantren dan pasar tradisional.

Indah, warga yang datang bersama keluarganya, juga merasakan manfaat layanan tersebut. Ia sempat memeriksakan gula darah dan hasilnya dalam kondisi baik.

“Sangat membantu masyarakat yang ingin mengetahui kondisi kesehatan dan mendapat layanan kesehatan secara gratis,” tuturnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, layanan seperti ini merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Bagi warga seperti Edy, pemeriksaan sederhana di tengah rutinitas olahraga itu bisa menjadi pengingat penting: menjaga kesehatan tidak harus menunggu tubuh memberi tanda.

Kalau ingin lebih kuat lagi sisi human interest-nya, lead bisa dibuat lebih naratif dan emosional dengan menonjolkan Edy dan warga lansia lainnya, sementara Polda cukup muncul di bagian tengah sebagai konteks layanan.

Berita terkait

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Jakarta - Spektroom: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Hal itu disampaikan Yandri Susanto pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan

Anggoro AP
Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Ambon-Spektroom : Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di sektor energi terbarukan memasuki babak baru. Setelah berjalan sekitar lima tahun dan sempat terganggu pandemi Covid-19, kedua negara kini menyiapkan fase kedua program untuk memperluas akses listrik, memperkuat sumber daya manusia, sekaligus mendorong masyarakat Maluku menjadi pelaku utama pengembangan energi bersih. Komitmen

Eva Moenandar, Julianto