Debar dan Nobar Piala Dunia RRI Semarang Berdayakan UMKM Lokal
Semarang-Spektroom: Final yang di tunggu jutaan orang di dunia mempertemukan dua kekuatan berbeda lewat style eropa Spanyol melawan juara bertahan yang mewakili style amerika latin akan segera terwujud di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin 20 Juli 2026 dinihari.
Euforia Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro.
RRI Semarang melalui kegiatan Debar dan Nobar Piala Dunia 2026, menggandeng Komunitas UMKM Rangkul untuk menghadirkan bazar yang menjadi wadah promosi sekaligus peningkatan penjualan produk lokal.
Bagi para pelaku UMKM kegiatan seperti nonton bareng maupun acara yang melibatkan banyak masyarakat selalu memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM.
Hal itu disampaikan Ketua Komunitas UMKM Rangkul, Suyatno, meningkatnya aktivitas masyarakat turut mendorong konsumsi makanan, minuman, dan berbagai produk usaha kecil.
"Debar dan Nobar Piala Dunia ini ada kontribusi untuk para UMKM. Banyak yang mengadakan nonton bareng, ya tentunya mereka mengonsumsi makanan, minuman, dan ini dampaknya bagi UMKM juga lumayan," katanya, Minggu, 19 Juli 2026.
Dalam kegiatan ini Komunitasnya menghadirkan 15 pelaku usaha yang menawarkan beragam kuliner, mulai dari makanan tradisional hingga jajanan kekinian.
Selain menjadi sarana berjualan, bazar juga dinilai sebagai media branding yang efektif untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.
"Yang pertama memang mencari keuntungan, kedua yang tidak kalah penting adalah branding, bagaimana para UMKM bisa mengenalkan produknya kepada masyarakat," imbuhnya.
Suyatno menambahkan, tantangan terbesar UMKM saat ini masih berkaitan dengan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Di sisi lain, jumlah pelaku UMKM yang terus bertambah membuat persaingan semakin ketat sehingga pelaku usaha dituntut menjaga kualitas rasa, kemasan, legalitas usaha, hingga memperkuat pemasaran digital.
Suyatno juga mengapresiasi kolaborasi RRI yang tidak hanya melibatkan pelaku UMKM, tetapi juga berbagai organisasi masyarakat dan komunitas sehingga kegiatan menjadi ruang berkumpul sekaligus ajang menampilkan kreativitas masyarakat.
Menurutnya, sinergi seperti ini mampu memperluas pasar bagi UMKM sekaligus menghidupkan ekonomi lokal.
Suyatno berharap kolaborasi antara pemerintah, media, dunia usaha, dan komunitas dapat terus diperkuat agar pelaku UMKM memiliki lebih banyak akses promosi dan pemasaran.
Ia menegaskan, kemajuan UMKM tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak agar usaha kecil mampu berkembang dan naik kelas.