Decky Tanasale Desak Pemerintah Akhiri Status “Desa” bagi Negeri Adat di Maluku

Decky Tanasale Desak Pemerintah Akhiri Status “Desa” bagi Negeri Adat di Maluku
Sekretaris Majelis Latupati Provinsi Maluku, Decky Tanasale, saat Konsolidasi dan Diskusi Publik Koalisi Kawal Rancangan UndangUndang Masyarakat. Selasa (02/12/2025). (Foto: Eva. M)

Spektroom – Sekretaris Majelis Latupati Provinsi Maluku, Decky Tanasale, menegaskan bahwa pemerintah dan para pemegang kebijakan (Stekholder) harus bertanggung jawab atas mandeknya penetapan negeri adat di Maluku yang hingga kini masih berstatus desa.

Pernyataan itu disampaikan Tanasale dalam Konsolidasi dan Diskusi Publik Koalisi Kawal Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat, yang digelar di lantai 6 kantor Gubernur Maluku Selasa (02/12/2025).

Ia mengkritisi fakta bahwa UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memuat ketentuan mengenai desa dan desa adat, belum pernah diterapkan untuk negeri-negeri adat di Maluku.

“Sampai hari ini, seluruh negeri di Maluku masih berstatus desa. Pertanyaannya, siapa yang salah? Salahnya ada pada para pemegang regulasi yang tidak pernah menindaklanjuti aturan tentang negeri adat,” tegasnya.

Tanasale memaparkan bahwa absennya penerapan regulasi berdampak pada konflik kewenangan, terutama dalam pemilihan kepala desa dan raja.

Menurutnya, pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini, untuk menghindari konflik yang terjadi di berbagai daerah di Maluku.

“Tidak ada jalan lain. Masyarakat negeri adat harus bersatu dan memprotes status mereka. Hak adat tidak boleh ditanggalkan hanya karena kepentingan,” ujar Tanasale. (EM)

Berita terkait

Masyarakat Terdampak Kekeringan  Pebayuran Bekasi mendapat 8.000  Liter Air Bersih

Masyarakat Terdampak Kekeringan  Pebayuran Bekasi mendapat 8.000  Liter Air Bersih

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan upaya penanganan darurat kekeringan sebagai dampak El Nino yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya termasuk di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.  Tim Penanggulangan Darurat (TPD) Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jakarta Metropolitan, Kementerian

Nurana Diah Dhayanti